Fear or Love end

Title                       : Fear or Love end

Author                  :Anastasya

Main cast             : Sooyoung , Changmin

Rating                   :P G-15

Genre                   :romance

Author pov

Hari ini cuaca cerah seperti biasa. Hari yang cerah cukup membantu SooYoung untuk memperbaiki perasaannya. Ya dia sudah bertekat untuk melupakan shim changmin dan memulai kehidupan barunya. Walau kenangan mereka tidak bisa dihapusnya begitu saja, tpi dia berharap dengan berlalunya waktu semuan kenangan merka pun akan berlalu .

Disinilah sooyoung sekarang memulai aktivitasnya seperti biasa bersama kedua temannya yoonsica.

“soo-ah kenapa akhir-akhir ini mukamu kusut kayak kertas sih?” Tanya sica menghadap kearah sooyoung. Dia bingung melihat kelakuan sahabatnya yang berubah drastis akhir2 ini

“Ne, kau ada masalah?” sekarang giliran yoona yang bertanya.

“Aku dan Minnie oppa sudah putus.” Ujar sooyoung  sambil menghela napas.

“putus. Bagaimana bisa?” Tanya Jessica dengan suaranya yg melengking

“Panjang ceritanya. Aku akan memberitahu kalian  saat perasaanku sudah membaik “

“Hmm. Kami mengerti jika kau tidak bisa cerita sekarang. Kami berjanji akan membantumu, jadi semangatlah Choi Sooyoung!”ujar yoona yang diikuti oleh anggukan Jessica

“Ne,Hwaiting! Aku rindu Sooyoung yang dulu!” ikut Jessica sambil memeluk sooyoung, tpi sedetik kemudian dia melepaskan pelukannya dan menatap sooyoung evil “Dan sepertinya aku punya cara untuk membantumu” Jessica mengeluarkan smirknya.
Sooyoung berjalan keluar meninggalkan perpustakaan setelah buku yang ingin dipinjamnya dapat.  Selangkah demi selangkah  sooyoung menjauhi perpustakaan , tapi ia tersentak saat sebuah tangan menariknya.

“Soo-ah,ikut kami” ujar Jessica menarik tangan sooyoung sedikit tergesa-gesa . Yoona mengikuti mereka dari belakang

“Ada apa ini sica, Pelan2 saja” ujar sooyoung terseok-seok akibat tarikan Jessica

“Ini emergency. Kau akan tahu nanti.”

SOOYOUNG POV

Jessica menarik tanganku menuju kantin. Aish apa sih yang ingin dilakukannya? Kenapa harus terburu-buru seperti ini.

“Nah, kau duduk di sini dulu..” ujar Jessica sambil menyuruhku duduk di salah satu bangku kantin.

“Ada sih dengan semua ini?!” tanyaku menautkan kedua alisku . Kali ini aku mulai kesal dengan mereka berdua, aku butuh penjelasan untuk semua ini.

“Nah itu dia datang”ucap yoona sambil melambai. Aku pun langsung mengikuti arah pandangan yoona. Seorang namja tampan  berjalan mendekat kea rah kami dan membalas lambaian tangan yoona..

“annyeong” sapa pria itu tersenyum sambil memamerkan gigi putihnya ketika menghampiri kami.

“annyeong” jawab kami bertiga berbarengan.

“Soo-ah kenalkan dia  Eunhyuk anggota tim basket kampus ini.

“Eunhyuk imnida” ujar namja yang bernama eunhyuk ini sambil menngulurkan tangannya ke arahku

“Sooyoung imnida” ucapku berdiri membalas uluran tangannya.

“Kalau begitu kami tinggal dulu ya soo-ah. Kalian bersenang-senanglah” ucap Jessica mengedipkan sebelah matanya pada ku dan menarik yoona meninggalkan kami berdua.

“Eh, yak kalian..”ujarku berusaha menahannya , tapi sayang mereka hanya berlalu dengan cepat dan menghilang dari jangkauan pandanganku. Apa sih maksud mereka meninggalkanku dengan namja ini?Aish..Kini tinggal kami berdua dengan eunhyuk, rasa canggung langsung menyelimutiku.

“Duduklah sooyoungshi”  ucapnya tersenyum

“Ne” kataku ragu.

“ Aku sudah mendengar banyak tentangmu dari yoona dan Jessica”ucapnya, membuat keningku berkerut heran. “ mereka bilang kau orang yang berprestasi . Katanya kau mendapatkan beasiswa di kampus.” Lanjutnya

“mworago?” ucapku tidak percaya . “An..ni.. itu.. tidak seperti itu” jujur saja aku sangat grogi. Awas kalian yoonsic!!.

“tidak perlu canggung seperti itu” ucapnya yang menimbulkan rona merah di pipiku.

“haha kau manis juga” lanjutnya, kali ini bisa kurasakan pipiku tidak hanya merah tetapi juga memanas.

CHANGMIN POV

Aku sedang di kantin untuk makan siang , walaupun begitu tetap saja aku tidak bernafsu melihat makanan lezat di depanku, yang bisa kulakukan hanya mengaduk-aduknya tanpa ada niat memasukkannya ke mulutku. Bayangan Sooyoung memang terus saja mengganggu pikiranku. Aku sangat rindu padanya. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Akhir-akhir ini yang bisa kulakukan hanyalah melihatnya dari belakang tanpa sepengetahuannya. Aku terlalu malu untuk menampakkan wajahku di depannya setelah semua yang kulakukan padanya. Sooyoungie… bogoshipo….

Aku reflex menutup wajahku dengan majalah di depanku saat sosok yeoja yang kucintai dan 2 sahabatnya memasuki kantin. Dari balik mejalah kuperhatikan gerak-gerik mereka.Mereka memaksa sooyoung duduk di sebuah bangku kantin tidak jauh tempatku duduk. Tiba-tiba seorang pria datang menghampiri mereka. Yoonsic lalu meninggalkan pria tadi berdua dengan sooyoung. Sepertinya yoonsic berniat menjodohkan mereka. Sejenak kebingungan mulai melandaku . Bukankah sooyoung dengan kyuhyun, tpi namja ini … mengapa…? Sepertinya benar aku telah salah paham. Mianhe youngie….

“haha kau manis juga” ucap namja itu pada sooyoung. Kulihat rona merah di pipi sooyoung. Yak Choi Sooyoung! Kenapa kau tersanjung hanya dengan sebuah bualan namja pabo itu! Hatiku mulai panas melihat mereka.

“kau bisa saja eunhyukshi” ucap sooyoung malu-malu.

“Itu benar kok. Ngomong2 Sooyoung-ah panggil aku eunhyuk saja jangan terlalu formal begitu, itu pun jika kau mau.” Ucap namja  itu. Sooyoung menatapnya sebentar .

“baiklah eunhyuk “ ucapnya tersenyum. Senyum menawannya yang sangat kurindukan . andwe youngie! Kau hanya boleh memberikannya untukku.

“Senyummu manis sekali sooyoung” ucap namja  brengsek itu. Namja ini benar-benar seorang perayu handal, dan pastinya seorang player. Bisa-bisanya yoona dan Jessica mengenalkan sooyoung pada namja seperti ini. Huft ingin sekali kupatahkan tulang hidungnya. Hampir saja aku berdiri dan menghampiri mereka tapi untungnya masih bisa kutahan walau kurasakan darah ku sudah mendidih .

“haha..Aku bisa melayang jikau kau puji terus, o ya eunhyuk  sudah berapa lama kau bergabung dengan basket kampus ini?” Tanya sooyoung

“sudah setahunan ini. Aku mengikuti seleksi sampai akhirnya dimasukkan dalm tim inti, mungkin mereka melihat kemampuanku”ujar namja pabo itu. Ck, segitu saja bangga,aku yang berkali –kali dibujuk untuk masuk tim inti tanpa seleksi saja tidak segitunya.

“Jjinja, kau masuk tim inti? Wuah berarti kau sangat hebat ya..” ucap sooyoung . Aish youngie , jika seperti ini saja kau sudah anggap hebat , kau pasti akan mati mendadak jika kuberitahu tentang segala prestasiku.

“Tidak terlalu.”ucap namja itu tersenyum mendengar pujian sooyoung.  ”sooyoung, sebelum kesini tadi aku membelikan ini untukmu” namja itu merogoh kantongnya dan memberikan sesuatu pada sooyoung yang tdk bisa kulihat dengan jelas.

“coklat?” ucap sooyoung.

“Ne.. coklat itu sama manisnya sepertimu. Kau suka?” dia kembali mengeluarkan rayuan kacangnya, yang lagi-lagi berhasil menimbulkan rona merah pada pipi sooyoung.

“ne” ucap sooyoung

baiklah, aku sudah tidak tahan lagi menahan emosiku. Kurasa ini sudah batasnya. Aku menghampiri  mereka dan menarik tangan sooyoung pergi. Namja itu mencoba menahanku tapi kemudian mundur hanya dengan melihat tatapan membunuhku, cih mental ikan. Sooyoung yang terkejut hanya bisa mengikuti langkahku  sambil terus mencoba melepaskan tangannya.

“Oppa lepaskan!” teriaknya  mencoba melepaskan tarikanku, tapi  hanya kuacuhkan . Aku terus  saja menariknya mengikutiku.

Aku membawanya ke sebuah ruang kosong. Setelah kami memasuki ruangan itu kulepaskan cengkramanku dari tangannya. Dia memandangku sengit dan membalikkan badannya mencoba pergi yang langsung ku tahan lengannya, dia menghentakkan lengannya dari cengkramanku dan mencoba pergi kembali, tapi aku juga kembali menahan lengannya lagi.

“Katakanlah..”  ujarnya menyerah kali ini.

Bukannya menjawab aku hanya diam menatapnya. Aku jg tidak mengerti dengan diriku, kenapa tidak ada satu kata pun yang terpikirkan oleh otakku untuk kukatakan padanya. Bibirku hanya diam membisu menatapnya penuh arti.

“kenapa hanya diam? Bukannya kau ingin mengatakan sesuatu oppa? Anni.. sunbe?” ucapnya sinis memandangku. Bisa kurasakan kebencian dan ketulusan dari tatapannya, Yongie-ah jangan begini.  Aku tahu kau mencintaiku, maafkan aku youngie… Hatiku sekarang tengah berkta-kata tapi tidak satu pun kata bisa keluar dari bibirku. Aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskan kejadian malam itu.

“Kalau tidak ada aku pergi. Satu lagi jangan pernah menggangguku lagi sunbae”katanya membalikkan tubuhnya berjalan meninggalkanku. Kali ini aku tidak lagi menahannya, yang ku bisa hanya memandangnnya pergi sampai sosoknya menghilang dari pandanganku. Dan Tidak terasa air mata sudah menggenang di pelupuk mataku. Apakah kau sudah melupakanku youngie? Dan dengan mudahnya membuka hatimu pada namja lain seperti tadi? Rasa sakit luar biasa menghantam dadaku melihat orang yang kucintai sudah tidak peduli lagi padaku.

Author pov

tanpa sepengetahuan changmin, setelah pergi meninggalkannya sooyoung juga menangis di dalam kamar mandi bahkan sampai harus membekap mulutnya agar suara tangisannya tidak terdengar.

Sama seperti changmin hatinya juga sangat sakit

***

Changmin sedang melamun di taman kampus saat yunho dan donghae menghampirinya

“min!” panggillan donghae membuatnya menoleh kearah mereka

“ Ada masalah?”Tanya yunho

“Andwe..” jawabnya singkat

“Kau lihat ini…”ucap donghae mengeluarkan smirk sambil mengipas-ngipaskan beberapa lembar tiket di depan mukanya.

“Wae?” Tanya changmin tak tertarik

“ayolah jangan lemas begitu. Tiket ini kudapat dari temanku pas untuk 3 orang. Mereka mengadakan pesta untuk beberapa fakultas di kampus ini, acaranya di jamin meriah. Ottokhe?” ucap donghae

“Aku tidak tertarik. Kalian sajalah yang pergi.”

“Ayolah changmin, banyak yang ikut kok . Dan disana pasti banyak gadis2 manisnya.” Yunho turut membujuk

“ Aku sedang tidak dalam mood yg baik. Kalian saja.”

“ Oke jadi kau tidak menghargai kerja kerasku mendapatkan tiket ini? Aku bahkan sudah menghabiskan banyak tabunganku.” Ucap donghae pura-pura memasang wajah kesal.

“Ne aku ikut, kalian puas!” changmin akhirnya menyerah

“Kami puas!” ucap yunho dan  donghae berbarengan lalu tertawa. Sedang changmin hanya bisa mendengus kesal.

Di lain tempat

“ayolah youngie..” Jessica mengeluarkan aegyonya berusaha membujuk sooyoung

“anni, sica-ah aku ada acara” tolak sooyoung

“Yak! Choi sooyoung sampai kapan kau terus mengelak dan berbohong. Katakan ada acara apa kau?” ucap yoona mulai kesal

“itu..itu..” soooyoung gelagapan tidak tahu harus berbicara apa

“Kalau kau masih menganggap kami teman, ku mohon ikutlah. Kau tidak boleh menyendiri dan bersedih terus. Kau juga buth hiburan. Kami jg melakukan ini untukmu.” Jelas yoona panjang lebar. Mendengar perkataan yoona hati sooyoung mulai luluh. Dia memang tak seharusnya bersedih seperti ini terus dan mengecewakan sahabat2 nya yg selama ini terus berusaha menghiburnya.

“Baiklah” Ucap sooyoung menurut dan langsung mendapat pelukan gembira dari Jessica  serta senyuman manis yoona

***

Sooyoung menikmati alunan music pesta yang mengalun di mejanya. Dress manis sedikit di atas lutut mempercantik penampilannya hari ini. Bukan hanya sooyoung yang menikmati music sebagian besar orang di sekitarnya juga bahkan beberapa orang harus turun ke lantai dansa meliuk-liukkan badannya terhipnotis music pesta. Jessica dan yoona menarik sooyoung agar ikut turun ke lantai dansa, sooyoung yang terkejut hanya bisa menolak dan membiarkan kedua sahabatnya itu untuk mewakilinya  menari.

Sooyoung tertawa melihat tarian aneh Jessica, bisa-bisanya dia dengan pedenya ikut menari padahal dia sendiri tidak pandai menari dasar Jung Soyeon. Yoona yang di sampingnya bahkan sampai memukul kepalanya karena tarian Jessica lebih mirip orng kesurupan daripada orang yang menari.

Akan tetapi Tawa sooyoung seketika terhenti saat melihat sosok namja yang dikenalinya memasuki ruangan pesta. Namja yang menjadi penyebab suasana hatinya buruk belakangan ini. Namja yang sangat dibenci dan dirindukannya. Ya namja itu tidak lain adalah shim changmin .Changmin sangat tampan malam ini , tidak bisa dipungkiri saat changmin dan kawan-kawan memasuki ruangan pesta 90% mata wanita mengarah pada mereka.

Dan set!belum sempat sooyoung mengalihkan tatapannya Pandangan mereka bertemu satu sama lain. Setelah terbius beberapa detik oleh tatapan changmin sooyoung dengan cepat mengalihkan pandangannya.

Changmin, Yunho , dan donghae berjalan ke arahnya saat ini membuat  jantung sooyoung berdebar kencang lebih tepatnya mengarah ke meja di samping sooyoung.  Kini hanya sedikit jarak yang memisahkan mereka.membuat changmin lebih leluasa untuk menatap yeojanya itu. Tapi tatapan changmin membuat sooyoung merasa tidak nyaman sehingga beberapa kali dia menukar posisi duduknya. Merasa tidak nyaman di pandangi terus oleh changmin sooyoung memutuskan meninggalkan mejanya dan berjalan ke meja minuman . Rasanya dia perlu sendiri saat ini tanpa changmin tentunya.

Sooyoung memesan segelas koktail(?)  pada bartender.

“Ini agashi..” bartender memberikan pesanan sooyoung yang dibalas senyuman oleh sooyoung

Sooyoung baru mengangkat minumannya saat sebuah tangan yang lumayan kekar menahannya.

Sooyoung menatap sengit changmin yang mencoba menghalangi niatnya itu.

Sebuah desiran aneh timbul di hatinya saat pandangan mereka bertemu dalam jarak dekat seperti ini. Desiran seperti dulu yang selalu dirasakannya saat dia berdekatan dengan  namja di depannya ini.

“Lepaskan.” Ucap sooyoung sinis. Changmin memang melepaskannya ,Tapi changmin bukannya  melepaskan tangannya dari tangan sooyoung melainkan melepaskan tangan sooyoung dari gelasnya dan menegak habis minuman yang dipegang sooyoung tadi.

Melihat kelakuan changmin sooyoung mendengus kesal dan beranjak pergi  dari tempat duduknya. Membuat Tangan changmin kembali menahan pergelangan sooyoung( hobi bgt sih)

“Wae? Sebegitu bencinya kah kau sampai harus menghindariku terus” ucap changmin membalikkan  badan sooyoung menghadapnya.

“Itu yang kau mau kan” Ucap sooyoung pada changmin tanpa ekspresi. Changmin terdiam sesat memandangi wajah yeoja di depannya ini. Di sentuhnya lembut rambut sooyoung

“ sudahlah jangan seperti ini, jangan menghindariku lagi “ changmin menarik sooyoung dalam dekapannya. Tidak sampai beberapa detik sooyoung melepaskan pelukan changmin

“ Kenapa kau jahat sekali?” air matanya kini sudah menggenang “ kenapa semuanya harus sesuka hatimu? Kau seenaknya menyuruhku menjadi yeojachingu mu, kau juga yang memutuskan hubungan kita. Dan sekarang kau malah memintaku untuk tidak menghindarimu? Kau membuatku bingung. Apa alasannya aku harus selalu menurutimu ?Aku juga punya kehidupan sendiri.” Ucap sooyoung panjang lebar. Kali ini bukan hanya air matanya yang turun bebas membasahi pipinya tapi juga disertai  isak tangis. Untungnya music yang cukup keras dapat meredamnya .

“Mianhe youngie, Mianhe membuatmu seperti ini, tapi aku benar-benar mencintaimu” changmin menggenggam tangan sooyoung dan menghapus air matanya dengan jarinya

“Bukannya kau tidak mempercayaiku? Kau kan mengira kalau aku sud..”blm sempat sooyoung menyelesaikan kalimatnya changmin sudah membungkamnya dengan cemilan di sampingnya.

“Aku memang bdoh pernah meragukanmu, Aku pernah tidak mempercayaimu. Tapi yakinlah youngie aku tidak akan melakukannya lagi” changmin menatap sooyoung penuh arti.

“Mianhe oppa tapi perasaanku padamu sudah berubah” ucap sooyoung  menghncurkan harapan changmin. Dadanya sangat sakit mndengar kalimat sooyoung.

“ Kau bercandakan youngie? Iyakan?kau masih mencintaikukan? Youngiee ku mohon maafkan aku, aku tidak bisa kehilanganmu” Tanya changmin panic mengguncang pundak sooyoung. Sooyoung menatap changmin sebentar. Dia senang ternyata reaksi changmin sesuai yang diharapkannya
“Cih kalau memang segini takutnya kehilanganku, maka jangan melepaskanku dengan mudah lagi.” Ucap sooyoung menghapus sisa air matanya. Kalimatnya membuat changmin bingung

“Maksudnya?”Tanya changmin bingung

“Maksudnya oppa harus menjagaku dengan baik. Dan yang paling penting harus selalu percaya padaku. Jika oppa melepaskanku lagi aku tidak janji akan kembali padamu lagi.”

“Jadi kau mau menjadi yeoja chinguku lagi youngie?” ucap changmin dengan senyum mengembang.

Sooyoung mengangguk tersenyum malu, membuat changmin sangat senang.  Baru changmin ingin memeluk sooyoung tapi sooyoung buru-buru menahannya, dia malah mencium bibir changmin kilat dan kabur secepat mungkin membiarkan changmin mematung memegang bibirnya tidak percaya.

‘youngie baru kutinggal sebentar kenapa kau sudah  genit seperti ini’ batin changmin

“yak Choi sooyoung!” teriak changmin. Changmin akhirnya sadar  dan berlari menyusul sooyoung.

THE END

Benar-benar minta maaf yang sebesar-besarnya pada readers karena nggak nepatin janji tentang waktu penerbitannya. Aku sedang kena flu berat dan demam  beberapa hari terakhir ini jadi nggak bisa menyelesaikannya tepat waktu. Ini juga masih sakit buatnya jadi gak tau deh hasilnya bagus atau gk, jujur aja moodku kurang baik saat ini . FF nya jg gk ku baca ulang jadi kalo bnyk typo di maklumi ya

Betul2 maaf readers….

RCL ya J

Iklan

12 thoughts on “Fear or Love end

  1. wahhh keren bnget endingnya….
    Changmin…tahu juga ya cemburu bila lihat Soo bersama cowok lain, kekeke
    Soo ngerjain changmin saat akhir, hehehe….
    gomawo udah update…..
    aku juga sekarang kena demam ni, musim kali ya 😦

  2. omo skrng malah changmin yg ngejar2 sooyoung senang’a…dasar enhyuk raja gembel…buat lg ya chingu kalo bisa kyuyoung…

Komentar ditutup.