My Secretary part 3

Judul : my secretary part 3
Author: tasya
Cast: kyuhyun, sooyoung, kai exo, krystal

Sooyoung pov

Tidak terasa cairan hangat membasahi pipiku. Hatiku sakit,itu yang kurasakan sekarang. Aku tau, aku memang nggak menarik, tidak ada apa-apanya, jelek, dada rata. Tapi mendengarnya langsung mengatakan padaku seperti ini ,itu sangat menyakitkan.

“Sooyoung~shi kau tak apa?” Tanyanya

” Bagaimana bisa aku tak apa2″ ucapku masih sesenggukan
Dia menjadi serba salah melihatku masih menangis

“Mianhe.. Berhentilah menangis..” Ucapnya berusaha membujukku

“Kau jahat pak!”

“Aku tidak sungguh2 tadi” ujarnya

” Anniyo aku tak percaya!” ujarku masih menghapus air mataku

“Benar sooyoungshi, Aku hanya ingin menggodamu saja. Itu benar tidak sungguh2″ujarnya mencoba meyakinkanku.

“Kenapa emang klo aku jelek, tidak menarik, dada rata. Apa itu mempersulit bapak?” Tanyaku masih menangis

“Baiklah2 aku salah. Sekarang apa maumu?” Ujarnya frustasi.

‘Apa barusan dia menanyakan mauku?’
Aku menghentikan tangisku dan memandangnya penuh arti

“Pindahkan aku ke kantor cabang yang lain” ujarku padanya
Dia memandangku tak percaya

“Aigoo!, Kenapa kau masih saja meminta itu?” Ujarnya kesal padaku

” Pak…kau…” Ucapku ingin menangis lagi

“Aduh jangan mulai lagi. Asal jangan itu kukabulkan permintaanmu. Asal jangan itu ya” ucapnya membujukku

“Anni. Aku tidak mau!”

“Ayolah sooyoungshi” ujarnya

“Andwe! Tidak mau yg lain!”Kataku menangis kembali

“Yak! Sooyoungshi! Aku sudah tak tahan lagi! Teruslah menangis, sesukamu. Apa kau tahu kenapa aku bicara seperti itu padamu? Itu karena kau terus saja membicarakan kai, dan itu membuatku kesal. Kau puas!!” Bentaknya padaku menghentikan tangisku.

Dia menghela nafasnya menahan emosi dan bangkit pergi meninggalkanku sendiri di kursi taman ini. Dia kesal karena kai? Apa hubungannya? Dan sekarang Dia marah? Mwo? Kenapa jadi dia yang marah?
Semula aku membiarkannya meninggalkanku sendiri sampai aku melihat sekelilingku, gelap, menyeramkan, kenapa tidak ada orang satu pun disini . Dan kenapa anginnya menjadi dingin sekali mengenai kulitku? Ahh… Cho kyuhyun tunggu aku!. Terpaksa Aku berlari mengejarnya

” Bukannya kau marah padaku? Kenapa menyusulku? Terus saja menangis sampai pagi disana ” ucapnya ketika aku menghampirinya .

“Aku memang masih marah” ucapku ketus

“Cih, trus kenapa mengikutiku?” Tanyanya sinis

“Aku tidak mengikuti bapak, aku mau balik ke hotel kok” ujarku

” Mau balik ke hotel? Tapi ini bukan jalan balik ke hotel. Ini jalan menuju kafe ” ucapnya padaku

Jadi dia bukannya ingin kembali ke hotel?

” Aku..aku.. ingin mampir ke kafe dulu, sebelum balik ke hotel” ucapku gugup

” Ya sudah, kau saja yang ke kafe. Aku mau ke hotel saja” ujarnya membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah yang lain meninggalkanku

Mwo? Aishh dasar evil! Bagaimana bisa dia meninggalkanku? Kulirik jalan didepanku. Aigo! Bahkan lebih menyeramkan dari taman tadi. Oke! Lebih baik aku menahan malu dan mengikutinya lagi dari pada harus mati dibunuh penjahat disini.
Aku memutar arah dan ngacir menyusulnya yang tidak jauh di belakangku

Dia memandang heran padaku yang berjalan di sampingnya
“Kau bilang ingin ke kafe”ujarnya

“Aku.. Berubah pikiran. Aku ingin kembali ke hotel saja. Besok kan kita harus berangkat pagi” ujarku mencari alasan

Dia tersenyum kecil mendengar jawabanku.

” Bilang saja kau takut” ujarnya mengeluarkan smirknya . Dan aku hanya bisa menunduk malu. Awas saja kau, Cho Kyuhyun!

*** \(ˆ⌣ˆ)/ ***

‘We born to win,..’ Dering hp mengagetkanku yang sedang bersiap-siap. Aku melihat nama yg tertera di layarnya. Malasnya….

“Yeabosaeyo..”

“Cepatlah, aku sudah di lobby” ucap orang di seberang telepon

“Kan baru jam 8 pak, kita janjinya kan jam 9” ujarku

“Kau siapa berani mengaturku, aku bosnya. Kalau ku bilang sekarang ya sekarang.” Bentaknya dan memutuskan sambungan telepon

“Yeabosaeyo? Yabosaeyo?” Aish dia masih saja seenaknya. Kurapikan rambutku sedikit, memakai make-up ku buru2 dan segera menyambar tasku pergi

Huft..Kenapa jika bersamanya hidupku tidak pernah tentram

Aku berlari kecil menghampirinya yg tidak jauh dari tempatku sekarng.

“Kita akan kemana?” Tanyaku padanya ketika sampai di hadapannya

“Ke peternakan sapi” ujarnya mulai berjalan

“Buat apa ke peternakan?” Tanyaku menyusulnya

“Membelinya. Kita perlu beberapa ternak sebagai daya tarik tempat wisata kita nanTinya. Kita jg akan ke peternakan lainnya dan membeli beberapa ternak. Kita akan menyajikan tempat wisata yang asri dan alami ,sehingga pengunjung dapat lngsung memerah susu, minum susu segar, dan lainnya.untuk menarik minat wisatawan” ujarnya

“Wuah biar pun pemalas, playboy,sering telat dan seenaknya ternyata bapak bisa jg memikirkan hal seperti ini” ujarku kagum

“Apa katamu?!” Bentaknya menghentikan langkahnya dan menatapku tajam. Pabo sooyouung! Apa sih yg barusan kukatakan.

“Anni…bukan apa2” ucapku sambil menggeleng. Dia menghela nafas dan kembali berjalan

“Walau begitu apa kau tak tahu kalau aku jg mewarisi darah pembisnis ayahku. Darah tak pernah bohong ” ujarnya sombong

Issshhhhhhhhh aku bergidik mendengar ucapannya.

“Apa bapak sudah membawanya?”

“Bawa apa?” Tanyanya

“Obat bapak”

“O,itu sudah ku bawa”ujarnya

“Bgslah..disana pasti sangat dingin dan kotor, takutnya asma bpk bisa kmbuh lagi” Ujarku

“Sudah jgn bicarakan itu, aku malas” ujarnya dingin.

“Ah..ne.mianhe…” Ujarku

“Ngomong2 Nanti, kai~shi jg akan menyusul kita ke sana” ujarnya

“Kai?”Tanyaku

“Hn, kau senang kan?” Ujarnya

“Anniyo…” Ujarku mengelak

“Dasar namja arogan, kenapa tidak bisa mempercayai kita saja sih mengurus proyek ini, sampai harus turun tangan segala” kesal kyuhyun

“Kurasa bukan itu maksudnya pak, mungkin dia hanya ingin melihat perkembangannya saja. Dia pasti percaya pada kerja kita” ujarku

“See, skrang kau pun membelanya, walau kau mengenalnya baik, tapi kau itu sekretarisku sooyoungshi, kau harusnya membelaku.”

“Anni, bukan begitu pak, aku hanya melihat dari sisi pemikiranku saja”

“Dan di pikiranmu itu hanya ada kai” ucapnya memandangku tajam

Aduh, kenapa semakin rumit seperti ni sih. Huft harusnya tdi aku memilih diam saja

“Kau masih bisa mengelak, kalu kau tidak senang dia datang ke mari?” Ujarnya.

Namja ini sangat sensian. 😦

“Tidak begitu pak…” Ujarku mencoba meyakinkannya

“Ck, bilang saja kalau senang”

“Anniyo…”

“Lihat tampangmu sekrang, sperti anak kcil mendapatkan mainan”ujarnya membuatku berhenti berjalan

“Anak kecil? Siapa yang anak kecil? Yak!” Teriakku mengejarnya yg sudah di depan

Author pov

Mereka sekarang berjalan berdampingan sibuk melihat kuda yang akan dipilih, setelah sebelumnya mereka mengunjungi peternakan sapi.
Kyuhyun menanyakan beberapa hal pada seorang pria paruh baya di sampingnya yang merupakan pemilik dari peternakan itu sendiri. Sedang sooyoung memperhatikan dengan seksama pembicaraan kedua orang di depannya.

“Jadi kami ambil yang ini, dan beberapa ekor kuda sebelumnya”ujar kyuhyun menjabat tangan pria di depannya.

“Ne, kalau begitu kami akn segera menyiapkan kudanya, dan segera mengirimkannya” ujar pria paruh baya itu

“Gomawo paman. Sebelum pergi, Apa boleh kami berkeliling sebentar disini. Udara dan pemandangannya bagus” tanya kyuhyun

“Ne, tentu saja. Kalian boleh disini selama yg kalian mau.” Ujar pria paruh baya itu. “Kalau begitu aku permisi, kalian nikmatilah” ujarnya permisi pergi

” Ne, gomawo ” ujar kyuhyun

“Gomawo paman!” Sahut sooyoung jg

Mereka berdua berjalan menikmati hembusan angin menerpa lembut kulit mereka. Pemandangan hijau di depannya seakan menghipnotis keduanya.

“Wuah… Indahnya…” Seru sooyoung membentangkan ke dua tangannya.

Kyuhyun tertawa geli melihat kelakuan sekretarisnya itu. Kedua tangannya pun ikut di bentangkannya seperti sooyoung. Menikmati udara segar yg masuk memenuhi paru-parunya

“Ini memang sangat baik” ujar kyuhyun menghirup udara 0segar di sekitarnya

“Kata orang, udara segar seperti ini sangat bagus untuk pernapasan loh pak, ini bagus untuk terapi penyakit bapak” ujar sooyoung

“Ck, kau itu bandel ya. Sudah ku bilang jangan bicarakan hal2 tentang penyakitku” ujar kyuhyun kesal menghentikan kegiatannya

“Hehe.. Maaf pak, aku lupa .Tapi serius pak ini bagus untuk kese…”

“Errrr…sooyoungshi!!” Ucap kyuhyun

“Eh..mianhe..mianhe pak, baiklah aku diam” ucap sooyoung takut

“Nappeun yeoja”

“Bapak yg lebih nappeun..”

“Mwoya?” Kaget kyuhyun

“Huft… Bapak itu selalu saja mengatakan aku ini nappeun, pabo. Klo memang bgtu kenapa tidak memindahkanku saja , agar bpk tdk usah lagi melihatku. Cih..” Sungut sooyoung

“Aku..aku.. Kau itu knpa sih selalu membicarakan tentang pindah kerja? Apa aku segitu mengesalkan? Sehingga kau tidak betah jadi sekretarisku?” Tanya kyuhyun

“Sangat!” Ucap sooyoung mantap

“Yak!!” Bentak kyuhyun

“Ehm” suara deheman(?) Seseorang mengusik mereka. Membuat keduanya menghentikan kegiatan mereka, berbalik ke asal suara.
“Sooyoungshi”ujar seorang namja tersenyum memanggil sooyoung formal di depan kyuhyun.

Kini di hadapan mereka berdiri seorang namja dan seorang yeoja disampingnya. Namja itu tidak lain , ya kai. Tapi siapa yeoja di sampingnya?
“Kai?” Ucap sooyoung

“Noona” ujar kai tersenyum pada sooyoung

“Annyeong kyuhyun~shi..” Sapa kai pada kyuhyun

“Annyeong..” Ujar kyuhyun datar

“Bagaimana bisa tahu kami disini?” Tanya sooyoung

“Sudah ku bilang kan kalau aku akan selalu tahu di mana pun noona berada.” Ujar kai pada sooyoung

“Isss…” Cibir sooyoung.

Kyuhyun yg melihat dari tdi hanya bisa mendengus kesal
‘Bahkan dia lebih gombal dariku’batin kyuhyun
namun kekesalannya terbayar dengan pemandangan indah di depannya.
Ya, pemandangannya adalah yeoja di samping kai
Sooyoung menatap krystal , kai yg mengikuti arah pandang sooyoung mengerti
“Oh dia krystal” ujar kai malas

“Annyeong, sooyoung imnida” ujar sooyoung tersenyum memperkenalkan dirinya

“Annyeong krystal imnida, salam kenal unnie..” Ujar krystal tersenyum menjabat tangan sooyoung

“Salam kenal oppa ” ujar krystal kali ini beralih menjabat tangan kyuhyun. Desiran aneh timbul di hatinya ketika kedua mata mereka bertemu. Seolah matanya dihipnotis untuk terus menatap kedua bola mata di depannya.
‘Namja tampan’batin krystal

“Krystal~shi” ujar kyuhyun tersenyum membuyarkan lamunannya. krn krystal belum melepaskan jabatan tangannya

“Oh.. Mianhe …” Ucap krystal tersadar

‘ Kena kau’ batin kyuhyun

Sepertinya naluri playboy kyuhyun kembali keluar *plakk. Dan sepertinya jg perjalanan kerjanya ke pulau jeju ini akan lebih menarik nantinya.
Kyuhyun menarik ujung bibirnya membentuk sebuah smirk, tanda dia sedang tertarik dengan sesuatu

“Hmm, kyuhyun~shi bagaimana jika kita lngsung saja ke lokasi proyek?” Tanya kai

“Boleh saja, ayo…”Ujar kyuhyun

***

Kini mereka berjalan berempat di lokasi proyek yang sebagaian besar masih berupa lahan hijau kosong. Kyuhyun dan kai berjalan di depan sedang krystal dan sooyoung di belakang. Kyuhyun menjelaskan beberapa rencana2 pembangunan pada kai

“Kau pacarnya kai?” Tanya sooyoung pada krystal

“Lebih tepat sih tunangannya” ujar krystal dingin sambil memainkan rambutnya. Sepertinya sifat aslinya akan keluar jika tidak di depan kai atau pun kyuhyun

“Wuah chukkae, jadi kalian sudah bertunangan ya.” Ujar sooyoung ikut senang “kau tahu dulu kai it…”

“Aku tidak tertarik .” Ucap krystal memotong ucapan sooyoung

“Aku tidak menyukainya, ini murni perjodohan. Jadi aku tidak tertarik mendengar apa pun tentangnya. Aku di sini pun karena Ibuku memaksaku menemaninya kemari” Ucap krystal

“Kalau mmg tdk menyukainya, kenpa mau bertunangan?” Tanya sooyoung

“Kau pabo ya!. Kan sudah kubilang klo kami di jodohkan.”Ujar krystal kesal

” Krystal~shi ,Aku ini lebih tua dari mu. Bisa tidak berbicara lebih sopan” Ujar sooyoung

“So? Kau kira aku peduli.” Ujar krystal sinis

Sooyoung hanya bisa menggelen-geleng melihat kelakukan krystal.
Jadi sepanjang jalan dia memutuskan untuk tidak memulai percakapan lagi.

“Oppa!” Panggil krystal pada kyuhyun

“Ne ?” Tanya kyuhyun berbalik

“Lapar… Kita makan siang dulu. Ne oppa?” Ajak krystal

Kyuhyun tentu saja senang, kucing mana yg tidak senang di kasih ikan.
Tpi tentu saja dia tidak enak dengan kai, walau dia tdk begitu suka pda kai. Tpi setidaknya dia tahu diri

“Gwenchana kalian pergilah, aku akn bersama noona saja disini” ujar kai seolah mengerti pikiran kyuhyun

Tapi kalmat kai barusan jg menyadarkan kyuhyun kalau itu berarti kai dan sooyoung akan berduaan juga jika dia pergi dengan krystal. Dan itu membuatnya ‘sedikit’ tidak rela.

Kyuhyun pov

“Oppa mau kan menemaniku?” Tanya krystal dengan wajah memohon, aih kyeoptta. Bagaimana bisa aku menolaknya kalau begini.

“Ne” ujarku sambil mengeluarkan senyum andalanku

“Tapi kalian kan juga belum makan siang, ikut kami saja” ajakku pada kai dan sooyoung

“Kurasa itu baik, kita ikut mereka saj. aku jg sudah lapar” ucap sooyoung mengelus perutnya. Si shikshin ini kalau soal mknan no 1

“Noona tenang saja, aku sudah mengurusnya. Aku tidak mungkin membiarkan noona kelaparan , ne?” Ujar kai mengedipkan matanya.
Mwo? Dasar buaya! Ingin sekali ku congkel matanya itu

Sudahlah oppa, ayolah…” Ucap krystal menarik tanganku

“Kalau begitu kami duluan…” Ucapku pada mereka krn krystal terus menarik lenganku. Walaupun ada rasa tidak rela. Yak kyuhyun, buat apa tidak rela?” Batinku. Aku pasti sudah gila

Tbc

Annyeong aku kembali! Mianhe kalau ceritanya makin aneh. Karena Jujur, semangat menulis ff ku lgi menurun , hiks
RCL ya readers biar semangatku membara lagi *apadeh (¬_¬͡͡”)

1 lagi follow twitter ku ya
@tasyachoi

Ya udah gomawo readers (>̯ ﹏ <)づ♥

My Secretary part 2

Title : my secretary 2
Author : anastasya
Cast: cho kyuhyun, choi sooyoung , Kai EXO

Ada baiknya baca my secretary 1 dlu readers takutnya lupa ceritanya. Hehe…

Sooyoung pov

Kantor oh kantor. Disinilah aku sekarang, seperti biasa dengan tugas kantor yg menumpuk yang diberikan bos tersayangku cho kyuhyun.
Dan dia seperti biasa juga sedang pergi entah ke mana dengan para yeojanya meninggalkanku disini dengan tugas yg harusnya menjadi tanggung jawabnya.

“Sooyoung Noona!” Panggil seseorang padaku.

“Kk..ai” ucapku terkejut melihat orang di hadapanku sekarang.

“Noona” ujarnya langsung memelukku tanpa aba2

“Dari mana kau tahu kantorku?”Tanyaku di sela pelukan kami

“Aku akan selalu tahu di mna pun noona berada” ujarnya melepaskan pelukannya sambil mengedipkan matanya padaku

“Aku serius kai~ah” ucapku padanya

“Rahasia perusahaan noona ” ujar kai tersenyum licik

“Baiklah terserah kau..” Ucap sooyoung menyerah

Baiklah kuperkenalkan, namja di hadapanku ini adl kai. Namja yg kerjaannya selalu menempel padaku saat kami kuliah dulu. Ke kantin, perpustakaan, toko buku, pokoknya ke mana pun aku pergi dia pasti mengikutiku. Aku sebenarnya heran, karena kai itu termasuk namja tampan dan populer di kampusku.
kami putus kontak sejak lulus dan bekerja. Tentu saja aku senang akhirnya terlepas darinya, sampai akhirnya dia menemuiku sekarang ini

“Noona~ya kau tidak merindukanku?” Tanyanya mnja dan menarik kursi agar dapat duduk di sampingku

“Ne, aku merindukanmu” ujarku singkat tanpa mengalihkan mataku dari komputerku.

“Kalau rindu kenpa mengacuhkanku .wajahku kan lebih menarik untuk di lihat daripada komputer itu” ucapnya
Kini dia menyandarkan kepalnya ke bahuku.
Aku tidak menanggapinya dan memilih untuk konsentrasi dengan pekerjaanku

“Noona….” Panggilnya lagi

“Kau tidak lihat, kerjaanku menumpuk kai~ah”ucapku

“Yak! Jadi noona lebih memntingkan pekerjaan daripadaku. Padahal kita sudah lama sekali tidak bertemu” ucapnya kesal dan mengangkat kepalanya dari bahuku. Sifat manjanya kembali keluar. Ok setelah cho kyuhyun sepertinya aku akan mengurus 1 anak lagi
Aku menghentikan kegiatanku dan menatapnya

“Setelah yang satu ini selesai kita makan siang. Ne?” Ucapku tersenyum padanya

“Ne!” Balasnya semangat

Author pov

Setelah menyiapkan pekerjaannya, sesuai dengan janjinya sooyoung mengajak kai untuk makan siang di kantin kantor.
Dalam perjalanan ke kantin kai terus menggandeng tangan sooyoung tanpa melepaskannya sedetik pun. Orang yang melihat pasti mengira mereka sedang pacaran

Di kantin…

“Noona kau mau pesan apa biar kupesankan?” Tanya kai

“Emm.. Nasi goreng dan minumnya lemon tea dingin” ucap sooyoung

“Cma itu saja?” Tanya kai

“Nasi gorengnya 3 porsi” ucap sooyoung nyengir kuda

“Haha sudah kukira… ” Tawa kai dan meninggalkan sooyoung untuk memesan makanan mereka

Tidak sampai 10 menit kai sudah sampai dengan nampan yang berisi bnyk makanan

” Jeng..jeng..” Ujar kai sambil memindahkan pesanan sooyoung dan dirinya dari nampan ke atas meja

“Wuuahh mashita..” Ucap sooyoung girang melihat makanan di depannya membuat kai tertawa melihat tingkahnya

“Noona tambah cntik sekrang” ucap kai menatap sooyoung yang sedang makan

“Itu sudah dari dulu, kenapa baru sdar sekarng aku cntik”ujar sooyoung sambil melahap makanannya

“Aku bilang kan tambah cntik. Itu brarti dari dulu noona sudah cntik” ujar kai

“Cih bisa saja kau mengeles”

“Hehe..” Cengir kai

“Noona aaa…”Ujar kai membuka mulutnya minta di suap

“Makan saja sendiri” ucap sooyoung tdk meladeni kai
Kai memasang muka cemberut. Membuat sooyoung ingin tertawa

“Kau tidak malu dilihat orang?” Ujar sooyoung

“Kenapa harus malu, aku kan tidak melakukan yang salah” ucap kai

“Dasar!” Kali ini sooyoung mengalah dan menyuapnya membuat kai tersenyum 5 jari

” Noona yg terbaik” ucapnya senang

Setelah kurang lebih 1 jam mereka makan bersama dan cerita panjang lebar. Sooyoung akhirnya memutuskan untuk kembali ke tempatnya
” Kai kau pergilah, jam makan siang sudah habis, aku harus kembali kerja”
Ucap sooyoung terakhir kali dan meninggalkan kai

Bukannya pergi kai mengikuti sooyoung. Sooyoung menyadarinya berbalik dan menatap kai

“Kai… Ayolah…” Kali ini sooyoung memohon

“Kau tidak tahu galaknya bosku” ucap sooyoung

“Bosmu Galak? Berani sekali dia galak pada noonaku ini” ucap kai tidk senang

“Kai~ah aku serius. Kau mau aku di pecat” ucap sooyoung masih membujuk kai pergi

“Ya sudah noona pergilah” ucap kai membuat sooyoung tersenyum dan kembali berjalan. Dan lagi2 kai kembali mengikutinya

“Kai bisa tidak, tidak mengikutiku terus” ucap sooyoung kesal kali ini

“Siapa yg mengikuti noona aku memang ingin ke sana kok” ucap kai pada sooyoung dan berjalan melewati sooyoung pergi, membiarkan sooyoung melongo tak percaya

Sooyoung duduk di meja kerjanya. Masih bingung memikirkan kemana kai akan pergi.
“Sooyoungshi, bawa berkas yg diperlukan untuk perusahaan sento kemari” panggil kyuhyun pada soyoung lewat sambungan telepon

“Ne” ucap sooyoung memutuskan sambungan telepon dan mengambil berkas yg diperlukan di mejanya

Sooyoung mengetuk sebentar dan memutar kenop pintu ruangan kyuhyun

“Permisi pak” ucap sooyoung ketika masuk
Betapa terkejutnya sooyoung sekarang ,dihadapannya ia melihat kai tersenyum padanya

“Dia tuan kai, pemilik perusahaan sento yg akan bekerjasama dengan kita” ucap kyuhyun memperkenalkan kai

“Kai~shi ini sooyoungshi sekretaris disini”kali ini kyuhyun memperkenalkan sooyoung padanya

“Annyeong sooyoungshi” ucap kai formal pada sooyoung
Sooyoung yg sedari tadi melongo tak percaya segera sadar dan membungkuk memberi salam pada kai

“Ne, annyeong tuan kai” ucap sooyoung tak kalah formal
Kyuhyun meminta berkas2 pada sooyoung dengan tangannya. Sooyoung yg mengerti segera memberikan satu pada kyuhyun dan kai

“pulau jeju merupakan pilihan yang bagus untuk mengembangkan bisnis kai~shi.Pulau jeju memiliki pemandangan alam yg indah dan jg udara yg segar. Kami mengajukan pulau jeju sebagai lokasi untuk mendirikan tempat wisata kita. Dalam sehari pengunjung pulau jeju akan mencapai sekitar 10000 jiwa( ngarang). Maka dari itu kami merekomendasikan pulau jeju” kyuhyun mulai menjelaskan panjang lebar

“Hmm, sepertinya tidak buruk” ucap kai mengangguk

“Jadi bagaimana?” Tanya kyuhyun memastikan

“Kau yakin kita akan berhasil dengan ini kyuhyunshi? Aku tidak ingin menyalurkan uangku dengan sesuatu yg sia2” ujar kai

“Itu pasti kai~shi” tegas kyuhyun

“Jangan hanya bicara. Bicara memang mudah. Aku akn menunggu dan melihat hasil kerja anda” ucap kai dingin.
Membuat kyuhyun terhenyak, kekesalan mulai tampak di wajahnya. Tidak menyangka kalau lawan bicara nya saat ini akan menyebalkan seperti ini.

“Aku mendengar sebagian dari warga sekitar masih belum mau menjual tanahnya. Bagaimana dengan itu?” Tanya kai sengit

“Anda tenang saja kai~shi. Tidak perlu meragukan kinerja kami. Aku sudah mengurus tentang itu” ucap kyuhyun masih berusaha ramah

Sooyoung hanya bisa berdiri mematung melihat percakapan kedua namja di depannya

Dia memang tahu walau kyuhyun adl seorang namja pemalas dan seenaknya tapi jika sedang berhadapan dengan klien, kemampunnya sebagai seorang pembisnis akan keluar
.
Yang membuat sooyoung terkejut adalah seorang ‘KAI’ .bukan saja terkejut bahwa kai merupakan pemilik perusahaan sento tapi juga dia sampai tidak mengenali namja di hadapannya ini. Kai yg dikenalnya sbg seorang namja manja ternyata bisa setegas dan bersikap seperti ini.
‘Apa dia benar2 kai’ batin sooyoung

“Aku akan melihat kinerja kalian”ucap kai ” kalau begitu aku pernisi kyuhyunshi” lanjut kai berdiri dan menjabat tangan kyuhyun yg juga ikut berdiri.

“Ne” ucap kyuhyun menjabat tangan kai

Sebelum pergi, kai menyempatkan menghampiri sooyoung yang dari tadi berdiri

” Sampai ketemu lagi noona” ucap kai lalu mencium pipi sooyoung sekilas sebelum akhirnya meninggalkan ruangan kyuhyun
Sooyoung hanya bisa mematung dengan perlakuan kai. Dia menatap kepergian kai sambil memegang pipinya yang tadi dicium kai

“Sudah selesai melamunnya?” Ucap kyuhyun menyadarkan sooyoung

“Eh. ..”

” Cih kau itu, kenapa bisa segampang itu dicium namja seperti itu, ckck” kesal kyuhyun

“Aku..aku..” Sooyoung tidak tahu harus berkata apa

“Kalau saja tidak mengingat ini proyek besar. Aku pasti sudah membatalkan kerja sama dengan namja arogan itu” ucap kyuhyun kesal

“Ngomong2 Kalian saling kenal” tanya kyuhyun penasaran

“Ne,pak” jawab sooyoung

“Aku tidak peduli apa hubungan kalian, tapi kau harusnya marah jika dicium seenaknya seprti tadi. Aishh kau ini…” Ucap kyuhyun mengacak rambutnya

“Cuci mukamu itu, jangan sampai ciumannya tdi membekas?”

“Mwo?” Ucap sooyoung kaget dengan kalimat kyuhyun

“Mak…mksdku.. Maksudku… Sudahlah, lebih baik kau bersiap besok kita akan berangkat ke pulau jeju untuk meninjau” ucap kyuhyun gelagapan menyadari kalimatnya.

“Mwo ke pulau jeju? Kita? Berdua?” Tanya sooyoung

“Ne, wae? Tidak ush takut aku tidak akan berbuat macam2 .kau bukan seleraku. Sekarang Keluarlah..” Ucap kyuhyun pada sooyoung
‘Yak! Kau pikir kau seleraku? Kau jauh di bawah standard seleraku’batin sooyoung

“Saya permisi..” Ucap sooyoung meninggalkan ruangan kyuhyun dengan kesal

Sooyoung pov

Bandara…

Aku berlari dengan tergesa-gesa dengan koper di tangan. Ini gara-gara semalam nonton film sampai larut dan akhirnya harus di bayar dengan bangun telat.
‘Sooyoung pabo!’ Rutukku
Dia pasti akan memarahiku habis-habisan. Habislah aku !
Seorang namja tinggi sudah menungguku dengan tampang kesal di depan

“Hosh…hosh…mianhe” ujarku dengan napas tersengal-sengal ketika sampai di depannya

“Yak kau ingin kita ketinggalan pesawat hah!” Bentaknya padaku

“Kau kira ini sudah jam berapa?” Lanjutnya menunjuk-nunjuk jam di tangannya
Aku kan baru terlambat kali ini saja dia sudah marah2 seperti ini. Apa dia tidak sadar kalau dia lebih sering terlambat daripadaku

“Mianhe…” Ucapku lagi. Hanya itu yg bisa kukatakan sekarang ini

“Aish.. Ayolah! Bawa ini!” Ujarnya memberikan tas dan kopernya padaku
Dan berjalan meninggalkanku

Apa dia benar seorang namja? Bagaimana bisa dia menyuruh seorang yeoja membawa semua barang seberat ini!
Isssss…. Dasar iblis!

Di pesawat…

“Kenapa kau terlambat?” Tanyanya padaku yang duduk di sebelahnya

“Aku telat bangun pak” ujarku takut

“Kau ini benar2!” Ujarnya kesal
Kebisuan selanjutnya menemani kami berdua. Mulutku sangat kering karena diam terus dari tadi

Aku menatap wajahnya yang sedang melihat ke luar jendela, bahkan dilihat dari samping pun dia sangat tampan. Ommo tampan? Apa tadi aku bilang tampan? Yak! Sadarlah sooyoung~ah!

Bagaimna bisa iblis sepertinya tampan
Aku memalingkan wajahku yg tadi memandangnya diam2. Jangan sampai otakku berpikir yang aneh2 lagi karena memandangnya terus.

Kyuhyun pov

Akhirnya kami sampai juga, kini kami sudah di hotel untuk check in. Aku sudah tidak sabar untuk mandi dan berkeliling pulau jeju.

Aku melihat ke belakang, sooyoung tampak kesulitan berjalan dengan semua barang yang kuberikan padanya.
Hihi… Aku jahat ya..
Ku hampiri dia dan mengambil barang2 ku dari pegangannya

“Kan kau sekalian olahraga” ucapku tersenyum padanya yang dibalas dengan tatapan kesal

“Ini kunci kamarmu” ucapku memberikan sebuah kunci padanya. Dia memasang wajah cemberut dan mengambil kunci kamarnya dengan kasar

“Nanti jam 2 , aku tunggu kau di lobby hotel ini. Kita akan mulai peninjauan” ucapku padanya

“Ne” katanya malas dan meninggalkanku menuju kamarnya

***
Kyuhyun pov

Kami sampai di lokasi proyek yg akan kami jalankan. Aku menjelaskan beberapa hal dan sooyoung segera mencatatnya. Kami lalu menemui seseorang yng bertanggung jawab atas pengurusan lahan tersebut dan membuat beberapa kesepakatan. Kami juga menemui beberapa penduduk untuk membujuk mereka menjual tanahnya dan membicarakan ganti rugi yang akan diberikan pada mereka.
Langit sudah mulai merah menandakan sebentar lagi akan malam, kuputuskan untuk melanjutkan pekerjaan kami besok.
Aku dan sooyoung berjalan akan pulang ke hotel. Ya, lokasi hotel kami memang tidak jauh dari lokasi proyek.
” Kau lelah?” Tanyaku pada sooyoung yg berjalan di sampingku.

” Ne” ucapnya jujur

” Kita istirahat dulu di sana” ujarku menunjuk sebuah bangku taman. Dia mengangguk setuju . Kami pun menghampiri bangku dan duduk di sana sambil menikmati suasana jeju di malam hari
Kami lalu membisu satu sama lain.

“Karena ini proyek kerjasama dengan perusahaan sento. Apakah Kai~shi akan kemari juga melihat lokasi proyek?” Tanya sooyoung memulai percakapan dan membuatku kesal. Baru memulai percakapan Kenapa harus menanyakan namja itu sih.

” Waeyo? Kau mengharapkannya datangg? Tanyaku sinis

“Anniyo, aku hanya bertanya saja”jawabnya

“Kau menyukainya kan?” Tanyaku mendekatkan wajahku padanya, hingga wajah kami hanya berjarak sekitar beberapa centi saja

“Anniyo..” Jawabnya tertunduk malu

“Kau bohong” ujarku menjauhkan wajahku. Cih sudah malu seperti itu masih saja menyangkal
Setelah percakapan menyebalkan tadi Kami lalu diam lagi, tapi ntah mengapa perasaanku sangat jengkel saat ini. Aku memandangnya yang masih menunduk

“Jangan terlalu berharap” ucapku membuatnya memandangku

” Apa kau nggak sadar?”

“Ne?” Tanyanya bingung

” Walau aku jauh lebih baik darinya, tapi kai~shi itu termasuk namja yang kaya dan ya… Tampan” ucapkku tidak rela mengakuinya tampan.

“Hubungannya denganku?” Tanyanya masih bingung

“Iss..Paboya!!” Bentakku kesal padanya

“Dia tidak mungkin menyukaimu pabbo! Kau itu jauh di bawah standard. Dengan wajah dan tubuh yang rata seperti itu, tidakkah seharusnya kau tahu diri” jelaskku panjang lebar
Dia terdiam dan mulai menunduk

“Jadi jangan banyak berharap dan jangan menyukainya jika tidak mau sakit hati nantinya” lanjutku
Aku meliriknya ingin melihat reaksinya.

Spertinya ada sesuatu mengalir dari pipinya. Ommo! Dia menangis.. Aigo cho kyuhyun apa yang kau perbuat?! Cho kyuhyun pabbo! Kenapa aku sangat keterlaluan!
Aku panik dan gelisah melihatnya terus menangis. Apa yang harus kulakukan?

To be continue…

Gimana reders? Maaf ya kalau lama ngepostnya dan ternyata hasilnya kurang memuaskan 😦
Sebenarnya 2 hari yang lalu udh di post tapi karna kependekan jadi ku edit lagi. Tapi sepertinya masih kurang panjang ya 😦

Mianhe buat mia commentnya jadi kehapus..

Aku senang bnyk yg RCL di my secretary 1 *peluk cium readers

Seperti biasa ditunggu commentnya 😉

O ya satu lagi di follow ya readers twitterku @tasyachoi pasti ku follback deh! Please…..

˚☺k!˚ ˚☺k!˚ (y)

Gomawo!!

My Secretary part 1

Title                        :My Secretary

Author                  :Anastasya

Main cast             :Kyuhyun Sooyoung

Rating                   : PG-15

Genre                   :romance

Sooyoung pov

“ Sooyoungshi coba kemari.” Panggil namja yang sekaligus bosku ini  lewat sambungan telepon yang menghubungkannya denganku. Apalagi sih? Ini sudah yang ketujuh kalinya dia memanggilku ke ruangannya. Aku berjalan memasuki ruangannya , tidak lupa kuketuk pintunya sebelum masuk.

“ Mana dokumen yang kuminta?”Tanya  namja di hadapanku ini ketika melihatku masuk

“dokumen?” tanyaku bingung

“Ne, dokumen perjanjian kerjasama dengan pihak jepang yang kusuruh kau untuk membuatnya.”

“Itu… belum selesai pak. Bapak kan baru menyuruhku membuatnya 10 menit yang lalu” ujarku. Bagaimana bisa membuat sebuah surat perjanjian kerjasama hanya dengan 10 menit. Dia memang gila!

“Ck banyak alasan, Dasar lamban.” Ujarnya  “ Cepat selesaikan itu dan antar padaku 10 menit lagi!” bentaknya dari kursinya.

“Mwo 10 menit?” ujarku tak percaya

“Wae? tidak bisa?”

“Bukan begitu pak , hanya saja…”

“Kalau begitu kerjakan” potongnya

“….”

“Tunggu apalagi ,cepat!”

“Ne” ujarku gelagapan dan dengan tergesa meninggalkan ruangannya

‘Huft’ kucoba mengatur nafasku dan mulai mengetik. Kalau saja tidak ingat aku mempunyai  adik dan ibu yang harus ku biayai sudah kutinggalkan pekerjaan ini. Aku sangat membencinya, Cho Kyuhyun! Grr!

Aku sudah menjadi sekertarisnya lebih kurang 3 tahun ini. Sudah lama memang,  jadi aku cukup tahu luar dalamnya. Dan untuk kelakuannya itu sungguh tidak ada kata yang bisa kuutarakan. Sungguh2 minus!.  Dia merupakan anak kedua dari Mr.Cho yang ditugaskan untuk mengurus kantor cabang ini. Sebelumnya Ahra unnie lah yang berada di posisinya. Saat menjadi sekretaris ahra unnie aku sangat mencintai pekerjaanku  karena Ahra unnie memang seorang atasan yang baik dan berkualitas , tidak seenaknya seperti dia , sampai Ahra unnie di panggil ke kantor  pusat menggantikan Mr.Cho dimulailah babak penyiksaanku bersama anak setan satu ini yang menggantikan posisi Ahra ini.

“Hei! Kyuhyun ada?” ucap seseorang yang membuatku menghentikan kegiatan mengetikku.

“Ne?” aku mendongakkan kepala melihat siapa yang berbicara padaku

“Ck, Kyuhyunnya ada di dalam tidak?” tanyanya kesal karena harus mengulang pertanyaanya.

Tampak padaku sekarang sekarang seorang yeoja seksi memakai mini dress merah dan sepatu hak yang sangat tinggi. Aku heran , apa dia tidak risih ya dengan penampilannya itu.Dia pasti tidak bisa bergerak dengan bebas..ckck . Ya dialah Victoria song, wanita kyuhyun yang baru

“Dia di dalam.” Ucapku singkat dan kembali meneruskan pekerjaanku

Victoria mendengus kesal melihat kelakuanku yang cuek dan berjalan menuju ruangan kyuhyun dengan jalannya yang menurutku terlalu dipaksakan .

Itulah bosku , bukan Cho kyuhyun namanya jika tidak memiliki banyak yeoja. Dia akan jalan dengan siapa saja  yang dia mau dan menggantinya dengan yang lain jika sudah bosan dengan yang satu. Jadi jangan heran.

‘Cklek’ pintu ruangan kyuhyun terbuka membuatku kembali mendongakkan kepalaku menatap nya keluar dari ruangannya . Tentu saja dengan nona song.

“Aku pergi dulu!” ucap kyuhyun padaku saat melewati mejaku dengan Victoria di sampingnya menempel manja.

Mwo dia ingin pergi! Sedang sebentar lagi akan ada pertemuan dengan pihak jepang dan dia ingin pergi!

“Tapi pak kita akan menemui Mr takashi 2 jam lagi “ucapku mencoba menahannya.

“Masih ada 2 jam lagi kan?” ujarnya

“Tappii..pak..”

Dia menghentikan langkahnya dan berbalik menghadapku “Begini saja, kau duluan saja ke tempat tuan takashi, katakan padanya aku agak sedikit terlambat.” Ucapnya

“Eh?”

“Jagiya, ayolah..” ucap Victoria manja menarik-narik lengan kyuhyun pergi.

“Sebentar jagi..” ucap kyuhyun mengedipkan sebelah matanya pada Victoria disampingnya , dan sukses menjinakkannya . Dasar playboy cap ikan.

“Kau carilah alasan padanya. Bilang saja aku tercebak macet atau apalah” ujarnya lalu berjalan lagi.

“Ehm satu lagi” Dia kembali menghentikan langkahnya “Kau bawa sekalian tasku dan dokumen2 yang perlu untuk meeting nanti. Pokoknya segala yang diperlukanlah, cari saja di ruanganku, Arasso!

“Ne..” jawabku  pasrah masih menatap kepergiannya dengan Victoria . Bahkan keperluannya harus aku yang menyiapkan . Aish aku ini sekretaris apa baby sitter sih?

“Jadi sia2 saja aku meyiapkan ini dengan terburu-buru” ujarku menatap lesu beberapa lembar kertas di hadapanku.

Aku memasuki ruangannya dan mengambil segala dokumen dari atas meja. kulirik sebentar layar komputernya . Game? Aigo dia masih belum berubah juga bahkan setelah beberapa minggu yang lalu Ahra unnie habis2an memarahinya karena kedapatan bermain game di jam kerja  saat berkunjung kemari. Anak ini benar-benar… Aku tidak tahu bagaimana nasib perusahaan ini jika tidak ada Ahra unnie dan dia yang harus mengelolanya.

Selesai memasukkan segala dokumen yang diperlukan untuk meeting nanti ke dalam tasnya , Kurapikan sedikit meja kerjanya yang super duper berantakan.

Kyuhyun pov

Aku menggandeng Victoria memasuki sebuah kafe  langgananku di seoul. Victoria sungguh yeoja yang sangat cntik.Selain cantik Dia juga seksi, seperti hari ini dia memakai  minni dress  yang mengekspose belahan dada dan pahanya yang cukup membuatku tergiur. Sepertinya aku akn sedikit lama untuk menjadikannya yeojaku sebelum menggantinya dengan yang baru.

“Jagi, kau ingin pesan apa?” tnyaku tersenyum padanya

“emm..” ujarnya bingung sambil mengerucutkan bibirnya melihat daftar menu di hadapannya. Aigoo kyeopta..

“Aku ingin original beef steak dan orange juice saja jagi”ujarnya tersenyum padaku dan mengembalikan daftar menu pada pelayan

“ Kalau begitu aku juga sama” pintaku pada pelayan

“Original beef steak dan orange juice untuk dua orang” ujar pelayan mengulangi pesanan kami

“ Ne” ujarku singkat

”Baiklah ditunggu..” ujar pelayan tadi tersenyum dan meninggalkan kami

“Jagiya kau cantik sekali hari ini” pujiku padanya yang duduk di sampingku .

“Kau bisa saja jagiya, Aku senang kau menyukai dandananku.  Kau juga tampan…” ujarnya tersenyum kearahku

“Gomawo” kataku mengelus rambut panjangnya

“Jagiya tadi aku melihat beberapa pameran berlian di mall” ujarnya menggelendot manja padaku

“Benarkah?” tanyaku pura2 tertarik. Aku sangat tahu ke mana arah pembicaraannya

“Ne, bahkan mereka menawarkan beberapa berlian langka seperti yang di pakai ratu inggris.” Ujarnya

Seorang pelayan menyela percakapan kami dengan membawa pesanan kami tadi. Setelah pelayan tadi pergi kami melanjutkan pembicaraan kami

“Oh ya? Kau ingin itu jagiya? Aku akan membelikannya untukmu” ujarku sambil menyantap steak di hadapan ku kini

“Anniyo, itu pasti sangat mahal.”

“Tidak ada yang mahal jika itu untukmu” kataku menatapnya yang duduk di sampingku.

“Hehe…Gomawo jagiya..” ujarnya senang sambil memelukku

“Ne, habis makan kita ke sana, ok!” ujarku di sela pelukan kami

“ Ne..” katanya melepas pelukanku dan mencium pipiku.

Aku menatapnya sebentar dan kembali mengeluarkan senyum mematikanku. Aku memegang wajahnya dengan sebelah tanganku  dan  langsung melumat bibirnya. Dia pun membalas ciumanku padanya. Ck mudah sekali.

Author pov

Sooyoung berjalan memasuki ruangan meeting dimana biasanya berlangsung beberapa pertemuan- pertemuan penting. Di tangan kirinya dia memegang tas serta beberapa dokumen sedangkan tangan kenannya memegang tas laptop dan tasnya sendiri. Ini benar-benar hari yang melelahkan baginya. Siapa lagi yang bisa membuat harinya begitu melelahkan seperti ini selain Cho Kyuhyun!

“Mr.  takhashi, maaf lama menunggu” sapa sooyoung kerepotan dengan semua benda di tangannya ketika  bertemu dengan kliennya

“ tidak apa, saya juga baru sampai. Tapi di mana Mr. Kyuhyun?” Tanya nya

“ Dia… akan datang sedikit terlambat sepertinya ,  katanya terjebak macet.” Ucap sooyoung mencoba mencari alasan

“Bagaimana ini ..” ujar mr. takashi kecewa

“Maaf, mungkin sekitar 15 menit lagi dia sampai , akan saya coba menghubunginya” kata sooyoung sopan

Sooyoung mengambil handphonenya mencoba menghubungi kyuhyun

‘telepon yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi atau berada di luar jangkauan cobalah beberapa saat lagi’ (kyuhyun pake tlkomsel)

“Aish… anak ini!!!  Teleponnya juga nggak aktif.” ujar sooyoung frustasi menatap layar ponselnya

15 menit kemudian…

“ Ms. Choi ini sudah 15 menit dan mr. kyu belum datang juga” ujar mr. takhasi yang bosan menunggu

“Saya mohon tunggu sebentar mr.. sebentar lagi Mr.kyu pasti sampai..” ujar sooyoung mulai panic

“Maaf, tapi saya tidak bisa bekerja sama dengan orang  yang tidak serius dan bahkan untuk datang tepat waktu saja tidak bisa” ujar mr takashi sambil menyuruh asistennya membereskan segala dokumen2nya

“tapi Mr.. Sebentar lagi pasti sampai” ujar sooyoung memohon

“Saya kecewa, Kalian tidak memiliki integritas. Saya tidak pernah menunggu seperti ini sebelumnya.”ujar mr.takhasi bangkit dari kursinya menambah kepanikan sooyoung. Apa yang harus dilakukannya?

“Mr.Takashi tunggu sebentar!” teriak sooyoung

“Maaf Mr. Takhasi . Tapi kalau anda tidak keberatan bagaimana jika saya yang mempresentasikannya pada anda. Saya cukup menguasai materi tentang kerjasama proyek kita ini” ujar sooyoung yang berhasil menghentikan langkah mr. takashi.

“Mr kyuhyun tidak pernah seperti ini sebelumnya, dia tidak pernah membiarkan kliennya untuk menunggu. Dia itu sangat berintegritas dan selalu memegang janji. Dia pasti punya alasan datang terlambat .” ujar sooyoung masih mencoba meyakinkan kliennya.  Tentu saja sooyoung berbohong dengan kalimatnya barusan. Kyuhyunlah orang yang sering tidak menepati janji bahkan selalu bertindak  semaunya.

“Hmm..” Mr. takashi terlihat memikirkian perkataan sooyoung

“Saya mohon…”

“Baiklah kita coba.” Ujar mr.takashi  yang langsung membuat senyum sooyoung mengembang

Kyuhyun berlari  dengan tergesa-gesa. Karena lift yang ingin dinaikinya lama sekali terbuka, akhirnya dia memilih untuk menaiki anak tangga. Satu persatu anak tangga dinaikinya membuat beberapa peluh membanjiri wajahnya. Sampai di lantai yang diinginkannya dia kembali berlari menuju pintu sebuah ruangan rapat yang harus dihadirinya denagn terengah-engah

‘Cklek’ bunyi pintu terbuka

“Maaf saya ter…” ucapannya terputus melihat pemandangan di depannya. Tidak ada siapa pun disana kecuali sooyoung yang sibuk dengan laptopnya.

“Di mana Mr.Takashi?” Tanya kyuhyun pada sooyoung yang membuat sooyoung mendongakkan kepalanya menatap kyuhyun yang kini berada di hadapannya

“Mr. Takashi sudah pergi dari 20 menit yang lalu pak “ ucap sooyoung pada kyuhyun dan kembali pada laptopnya

“Kenapa kau tidak mencegahnya?” ujar kyuhyun panic sambil menarik kursi di samping sooyoung

“Aku sudah mencoba semampuku.” Ucap sooyoung singkat tanpa mengalihkan pandangan nya dari laptopnya

“Aish.. Bagaimana ini? Ini proyek besar, apa yang akan kukatakan nanti pada appa dan noona karena gagal mendapatkannya?”ucap kyuhyun frustasi dan mengacak rambutnya.

Sooyoung merogoh tas kerjanya dan mengeluarkan sebuah amplop besar berwarna coklat dan memberinya ke hadapan kyuhyun

“Apa lagi ini!”bentak  kyuhyun pada sooyoung

Sooyoung tidak menjawab dan meletakkannya saja di hadapan kyuhyun. Kyuhyun menatap sinis sooyoung sampai akhirnya mengambil amplop itu dan membukanya. Sejenak ia bingung melihat beberapa dokumen di dalamya sampai ia akhirnya membaca,  terdapat beberapa surat perjanjian yang telah ditanda tangani.

“Ini kan?” ucap kyuhyun tak percaya

“Mereka menandatnganinya? Jadi mereka mau bekerjasama dengan kita?!” ujar kyuhyun senang bukan main  menatap sooyoung

“Ne, tinggal tanda tangan bapak yang dibutuhkan disana. Segera tanda tangani dan saya akan mengirimnya satu pada mr. Takhashi besok..” ucap sooyoung pada kyuhyun
“Jinjja? Wuah.. Gomawo sooyoungshi..” ucap kyuhyun senang dan memeluk sooyoung, Tapi dengan segera di lepas oleh sooyoung. Sooyoung menatap kyuhyun tidak tertarik dan kembali mengetik pada laptopnya

“Kau memang bisa diandalkan, tidak sia-sia kau jadi sekretarisku hehe…  katakan apa yang kau inginkan aku akan mengabulkannya. Apa kau ingin bonus? Libur atau kenaikan gaji, madepwa!”ujar kyuhyun pada sooyoung yang masih sibuk dengan laptopnya

“Benarkah pak?” Tanya sooyoung tertarik dan menghentikan kegiatannya.

“Ne, katakan saja  apa yang kau inginkan sooyoungshi” ucap kyuhyun tersenyum sambil mengangguk

“Kalau begitu, apa bapak bisa memindahkanku ke kantor pusat? Anni kurasa itu terlalu berlebihan , bagaimana kalau ke kantor cabang yang lain saja ?” ucap sooyoung

Sooyoung ingin  dipindahkan ke mana pun asal tak sekantor lagi dengan kyuhyun.  Dia sudah lelah dengan semuanya, terutama tingkah laku kyuhyun yang selalu merepotkannya dan akhirnya datang juga kesempatan seperti ini untuk terlepas dari atasannya itu. Tentu saja dia sangat senang.

“Mwo?!” kaget kyuhyun

“Wae?”  Tanya sooyoung bingung melihat reaksi kyuhyun

“Ke..kenapa ingin pindah?” Tanya kyuhyun ragu

‘tentu saja ingin menjauh darimu, pabo’ batin sooyoung

“Anni, saya pikir saya ingin mengganti suasana kerja” bohong sooyoung pada kyuhyun

“Ehm..kalau pindah kurasa tidak bisa sooyoungshi. Bagaimana jika aku menaikkan gajimu saja atau aku bisa menyuruh orang merenovasi  ruanganmu jika kau ingin suasana kerja baru” tawar kyuhyun yang sukses menghilangkan senyum di wajah sooyoung.

Kyuhyun tidak bisa membayangkan apa jadinya jika sooyoung tidak lagi menjadi sekretarisnya. Pastinya semua pekerjaannya akan berantakan, karena selama ini sooyounglah yang menghandle semuanya, Hingga dia bisa bepergian dengan yeoja2nya atau bermain game sepuasnya di ruangannya.

‘Tap’ Sooyoung menutup laptopnya  kasar dan dengan segera bangkit dari kursinya

“Terima kasih, tapi saya rasa tidak perlu pak” ujar sooyoung tersenyum sinis pada kyuhyun. Pupus sudah harapannya untuk tidak berhubungan lagi dengan namja satu ini.

Sooyoung lalu melangkahkan kakinya keluar meninggalkan kyuhyun seorang diri

“Cih, yeoja aneh” ujar kyuhyun sepeninggal sooyoung.

****

SOOYOUNG POV

At daum kafe

“Hyo!” aku melambai pada seorang yeoja yang tengah memasuki pintu kafe. Yeoja tadi pun membalas lambaian tanganku. Dia merupakan teman baikku, hyoyeon

“Yo! Sooyoung, yeah! Yoyoyoyo!” dengan gaya rapper dia  menghampiriku

“Yo! Go hyoyeon!go hyoyeon!” ujarku meladeni ‘rap’nya sambil mengangkat gelas tinggi2 di tangan kananku. Jangan heran kami memang akan menjadi gila jika bersama. Kami lalu tertawa bersama setelah  melakukan beberapa gerakan rapper.

“Hahaha…sudah lama?” lanjutnya sambil menarik  kursi untuk duduk

“Anniyo, baru saja..”

“baguslah”jawabnya

“Baru saja aku akan membunuhmu jika 5 menit lagi kau tak datang” ujarku pura2 memasang tampang bengis.

“Oh my hot( korban iklan), sooyoungie. Kau ingin membuat lee hyukjae menduda huh?”ujarnya yang kubalas dengan cibiran

“tumben kau memanggilku untuk bertemu seperti ini” sambung hyoyeon dan mencomot pizza yang kupesan sebelumnya

“Aku ingin curhat hyo…..” ujarku dengan muka lesu

“Aw curhat, Kau seperti gadis remaja saja curhat2an?” ujarnya masih menikmati pizza di tangannya.

“Yak! Princess Fiona aku serius!” bentakku padanya.

“oke2 mari kita curhat ” ujarnya

“Hyo!”

“Apalagi ? aku kan sudah serius, jangan salahkan aku kalau tampangku lawak-lawak”ujarnya . Aku memandangnya sebentar

“Huft Baiklah akan ku mulai. Kau tahu kan bosku yang pernah kuceritakan padamu?”tanyaku

“Nappeun namja itu kan?”tanyanya

“Ne, uwa… hyo aku sudah tak tahan lagi…” rengekku

“Wae?  Kau di perkosa di bagian mana?” ujarnya lagi

“Yak bukan itu pabo!” ujarku kesal sambil memukul kepalanya. “Monyet pirang(eunhyuk) itu pasti sudah mencuci otakmu banyak.”ujarku masih menatapnya yang mengelus-ngelus kepalanya yang terkena pukulanku.

“Appo, soo-ah… Baiklah ada apalagi dengannya?” Tanya hyoyeon

“Kelakuannya hyo, semakin lama semakin buruk. Aku sudah tidak tahan lagi. Aku selalu merasa seperti mengurusi anak kecil berusia 5 tahun saja. Hari itu aku sudah hampir mati karena disuruh membuat surat perjanjian kerja sama hanya selama 10 menit, bayangkan hyo 10 menit! Dan setelah aku selesai menyelesaikannya dia bahkan tidak memeriksanya sama sekali. Belum lagi karena sibuk bersenang-senang dengan yeojanya , dia membuatku menghadapi  kerja sama dengan mr.Takashi yang terancam batal gara2 keterlambatnnya .  Dan masih banyak lagi  masalah2 lain yang dibuatnya .AAAA hyo aku sudah tak tahan lagi! Aku ingin berhenti saja.” Jelasku panjang lebar pada hyoyoen.

“Aku paham. Tapi berSabarlah soo, kalau kau berhenti dari mana  kau akan mendapatkan uang untuk membiayai ibu dan adikmu.” Hiburnya padaku

“Ne.. aku tahu itu. Karena itu aku tidak mungkin berhenti begitu saja”ujarku lesu kehilangan tenaga dan menelungkupkan wajahku ke meja

“Hmm.. Begini saja, kau bersabarlah bekerja di sana , kalau di tempatku ada lowongan aku pasti akan memberitahukannya padamu. Ne?” ujar hyoyeon yang membuatku menegakkan kembali kepalaku.

“Kau janji!” kataku mulai sedikit bersemangat

“of course” ujarnya sok bule

****

Aish akhirnya  datang juga hari seperti ini .Hari dimana aku tidak harus bekerja dan bisa merilekskan diri sejenak di rumah  dengan  meminum secangkir  lemon tea hangat yang cukup menghangatkan perasaanku. Oww indahnya hidup!

‘we born to win better talk all your friends…’ bunyi suara hp mengusikku

“ck siapa lagi yang ingin merusak hari bahagiaku ” kesalku dan membiarkan hp ku terus berdering  hingga deringnya mati sendiri.

‘we born to win better talk all your friends coz we get it in’ dering hp ku kembali mengalun

‘baiklah kali ini saja sooyoungah. Hanya sebentar’ batinku. Aku lalu beranjak dari tempat dudukku dan berjalan ke arah meja  dimana hpku terletak. Kutatap layar hp ku. Cho kyuhyun! Yak apa dia belum puas menggangguku setiap saat di kantor! Dan sekarang di hari libur terindahku….

“yabosaeyo?”  jawabku malas

“soo..s..oo.young..shi..” ujarnya terbata. Ommo ada apa dengannya?

“Pak , ada apa denganmu?” tanyaku kawatir

“Ob.. Obat…ku.. hab..is” jawabnya denagn nafas yang tersendat. Apa dia kumat lagi? Aigo!

“Bertahanlah . Aku akan segera kesana” ujarku mematikan sambungan telepon dan menyambar kunci mobilku .

‘Cklek’ Aku membuka pintu rumahnya yang tidak terkunci. Dan berlari masuk mencarinya. “ Dimana sih dia?”  aku mulai panic. Aku melangkahkan kakiku menaiki anak tangga dan mendapatinya sedang   terkapar diujung anak tangga terakhir.  Aku membuka plastic obat yang ku beli di apotik tadi sebelum kemari dan mencoba untuk menegakkan badannya. Kubuka tutup obat tersebut dan membiarkannya untuk menghirupnya.

Kalian pasti tidak percaya , tapi sesungguhnya  Seorang cho kyuhyun , penakluk wanita dan ahli waris sebuah perusahaan besar ini sedang mengidap penyakit. Cho kyuhyun yang di hadapanku sekarang ini mengidap penyakit asma . Dan penyakit ini sangat-sangat tidak matching jika dilihat dari sisinya yang merupakan seorang namja keren dan tampan yang digilai banyak wanita. Orang yang terlihat kuat dari luar ini ternyata sangat lemah di dalam. Aku tidak bisa membayangkan reaksi yeoja2 yang menggilainya jika tahu fakta ini.

Dia menghirup dalam ventolin yang kuberikan. Dan mencoba mengatur nafasnya.

“Apa sudah mendingan?” ujarku memberanikan diri bertanya padanya

“Ne..” balasnya. Tapi pada kenyataanya mukanya sangat pucat. Tubuhnya juga masih tampak sangat lemah.

“Kemarilah pak, aku akan memapahmu ke kamar.”Kataku sambil mengalungkan tangannya ke leherku dan mulai memapahnya di sampingku. ”Di mana kamarmu?” tanyaku. Dia lalu menunjuk lemah sebuah pintu yang tidak jauh dari kami. Aku pun memapahnya menuju kamar yang ditunjuknya.

Aku membaringkannya ke kasur dan menyelimuti dirinya dengan selimutnya. Aku menatapnya prihatin.

“Jangan memandangku seperti itu” ujarnya dengan pandangan kosong ke langit2 kamrnya

“Ne?”

“Jangan memandangku  seolah aku ini sangat lemah. Jangan mengasihaniku” ujarnya

“Mianhe” ujarku merasa bersalah karena mungkin caraku menatapnya telah menyinggungnya

“Apa tidak ada orang di rumah ini untuk membelikan obatmu? Dimana semua pelayanmu pak?”  aku lalu meberanikan diri bertanya padanya.

“sudah ku suruh pergi.” Ujarnya singkat mulai menutup matanya.

“Lalu ahra unnie?”

“Dia ada beberapa urusan yang harus diselesaikan di jepang” ujarnya masih dengan mata tertutup.

“Lalu appamu? Di man….” katakuyang langsung di potongnya

“Kau cerewet sekali!. Bisa tidak kau membiarkanku tidur. Lebih baik kau pulang saja!” bentaknya, menaikkan volume suaranya.

Aku tahu aku memang salah, tapi tidak seharusnya dia membentakku kan? Aku bela2in kemari untuk menolongnya .Bahkan untuk mengucapkan terima kasih saja dia tidak. Dia memang selalu menyebalkan bahkan di saat sakit!

Aku mendengus dan melangkahkan kakiku kesal hendak meningglkan kamarnya

“Gomawo sooyoungshi” ujarnya pelan yang menghentikan langkahku. Aku tersenyum  kecil mendengar ucapannya sebelum melanjutkan kembali jalanku.Yah Tidak terlalu buruk, setidaknya dia tahu untuk berterima kasih.

*to be continue*

I’M BACK !

Bagaimana ? gimana?  Cemana? readers?

Oke segeralah RCL! Ditunggu ya readers yang baik !

oya 1 lagi

HAPPY BIRTHDAY OUR BELOVED SOOYOUNG!!!!

Fear or Love end

Title                       : Fear or Love end

Author                  :Anastasya

Main cast             : Sooyoung , Changmin

Rating                   :P G-15

Genre                   :romance

Author pov

Hari ini cuaca cerah seperti biasa. Hari yang cerah cukup membantu SooYoung untuk memperbaiki perasaannya. Ya dia sudah bertekat untuk melupakan shim changmin dan memulai kehidupan barunya. Walau kenangan mereka tidak bisa dihapusnya begitu saja, tpi dia berharap dengan berlalunya waktu semuan kenangan merka pun akan berlalu .

Disinilah sooyoung sekarang memulai aktivitasnya seperti biasa bersama kedua temannya yoonsica.

“soo-ah kenapa akhir-akhir ini mukamu kusut kayak kertas sih?” Tanya sica menghadap kearah sooyoung. Dia bingung melihat kelakuan sahabatnya yang berubah drastis akhir2 ini

“Ne, kau ada masalah?” sekarang giliran yoona yang bertanya.

“Aku dan Minnie oppa sudah putus.” Ujar sooyoung  sambil menghela napas.

“putus. Bagaimana bisa?” Tanya Jessica dengan suaranya yg melengking

“Panjang ceritanya. Aku akan memberitahu kalian  saat perasaanku sudah membaik “

“Hmm. Kami mengerti jika kau tidak bisa cerita sekarang. Kami berjanji akan membantumu, jadi semangatlah Choi Sooyoung!”ujar yoona yang diikuti oleh anggukan Jessica

“Ne,Hwaiting! Aku rindu Sooyoung yang dulu!” ikut Jessica sambil memeluk sooyoung, tpi sedetik kemudian dia melepaskan pelukannya dan menatap sooyoung evil “Dan sepertinya aku punya cara untuk membantumu” Jessica mengeluarkan smirknya.
Sooyoung berjalan keluar meninggalkan perpustakaan setelah buku yang ingin dipinjamnya dapat.  Selangkah demi selangkah  sooyoung menjauhi perpustakaan , tapi ia tersentak saat sebuah tangan menariknya.

“Soo-ah,ikut kami” ujar Jessica menarik tangan sooyoung sedikit tergesa-gesa . Yoona mengikuti mereka dari belakang

“Ada apa ini sica, Pelan2 saja” ujar sooyoung terseok-seok akibat tarikan Jessica

“Ini emergency. Kau akan tahu nanti.”

SOOYOUNG POV

Jessica menarik tanganku menuju kantin. Aish apa sih yang ingin dilakukannya? Kenapa harus terburu-buru seperti ini.

“Nah, kau duduk di sini dulu..” ujar Jessica sambil menyuruhku duduk di salah satu bangku kantin.

“Ada sih dengan semua ini?!” tanyaku menautkan kedua alisku . Kali ini aku mulai kesal dengan mereka berdua, aku butuh penjelasan untuk semua ini.

“Nah itu dia datang”ucap yoona sambil melambai. Aku pun langsung mengikuti arah pandangan yoona. Seorang namja tampan  berjalan mendekat kea rah kami dan membalas lambaian tangan yoona..

“annyeong” sapa pria itu tersenyum sambil memamerkan gigi putihnya ketika menghampiri kami.

“annyeong” jawab kami bertiga berbarengan.

“Soo-ah kenalkan dia  Eunhyuk anggota tim basket kampus ini.

“Eunhyuk imnida” ujar namja yang bernama eunhyuk ini sambil menngulurkan tangannya ke arahku

“Sooyoung imnida” ucapku berdiri membalas uluran tangannya.

“Kalau begitu kami tinggal dulu ya soo-ah. Kalian bersenang-senanglah” ucap Jessica mengedipkan sebelah matanya pada ku dan menarik yoona meninggalkan kami berdua.

“Eh, yak kalian..”ujarku berusaha menahannya , tapi sayang mereka hanya berlalu dengan cepat dan menghilang dari jangkauan pandanganku. Apa sih maksud mereka meninggalkanku dengan namja ini?Aish..Kini tinggal kami berdua dengan eunhyuk, rasa canggung langsung menyelimutiku.

“Duduklah sooyoungshi”  ucapnya tersenyum

“Ne” kataku ragu.

“ Aku sudah mendengar banyak tentangmu dari yoona dan Jessica”ucapnya, membuat keningku berkerut heran. “ mereka bilang kau orang yang berprestasi . Katanya kau mendapatkan beasiswa di kampus.” Lanjutnya

“mworago?” ucapku tidak percaya . “An..ni.. itu.. tidak seperti itu” jujur saja aku sangat grogi. Awas kalian yoonsic!!.

“tidak perlu canggung seperti itu” ucapnya yang menimbulkan rona merah di pipiku.

“haha kau manis juga” lanjutnya, kali ini bisa kurasakan pipiku tidak hanya merah tetapi juga memanas.

CHANGMIN POV

Aku sedang di kantin untuk makan siang , walaupun begitu tetap saja aku tidak bernafsu melihat makanan lezat di depanku, yang bisa kulakukan hanya mengaduk-aduknya tanpa ada niat memasukkannya ke mulutku. Bayangan Sooyoung memang terus saja mengganggu pikiranku. Aku sangat rindu padanya. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Akhir-akhir ini yang bisa kulakukan hanyalah melihatnya dari belakang tanpa sepengetahuannya. Aku terlalu malu untuk menampakkan wajahku di depannya setelah semua yang kulakukan padanya. Sooyoungie… bogoshipo….

Aku reflex menutup wajahku dengan majalah di depanku saat sosok yeoja yang kucintai dan 2 sahabatnya memasuki kantin. Dari balik mejalah kuperhatikan gerak-gerik mereka.Mereka memaksa sooyoung duduk di sebuah bangku kantin tidak jauh tempatku duduk. Tiba-tiba seorang pria datang menghampiri mereka. Yoonsic lalu meninggalkan pria tadi berdua dengan sooyoung. Sepertinya yoonsic berniat menjodohkan mereka. Sejenak kebingungan mulai melandaku . Bukankah sooyoung dengan kyuhyun, tpi namja ini … mengapa…? Sepertinya benar aku telah salah paham. Mianhe youngie….

“haha kau manis juga” ucap namja itu pada sooyoung. Kulihat rona merah di pipi sooyoung. Yak Choi Sooyoung! Kenapa kau tersanjung hanya dengan sebuah bualan namja pabo itu! Hatiku mulai panas melihat mereka.

“kau bisa saja eunhyukshi” ucap sooyoung malu-malu.

“Itu benar kok. Ngomong2 Sooyoung-ah panggil aku eunhyuk saja jangan terlalu formal begitu, itu pun jika kau mau.” Ucap namja  itu. Sooyoung menatapnya sebentar .

“baiklah eunhyuk “ ucapnya tersenyum. Senyum menawannya yang sangat kurindukan . andwe youngie! Kau hanya boleh memberikannya untukku.

“Senyummu manis sekali sooyoung” ucap namja  brengsek itu. Namja ini benar-benar seorang perayu handal, dan pastinya seorang player. Bisa-bisanya yoona dan Jessica mengenalkan sooyoung pada namja seperti ini. Huft ingin sekali kupatahkan tulang hidungnya. Hampir saja aku berdiri dan menghampiri mereka tapi untungnya masih bisa kutahan walau kurasakan darah ku sudah mendidih .

“haha..Aku bisa melayang jikau kau puji terus, o ya eunhyuk  sudah berapa lama kau bergabung dengan basket kampus ini?” Tanya sooyoung

“sudah setahunan ini. Aku mengikuti seleksi sampai akhirnya dimasukkan dalm tim inti, mungkin mereka melihat kemampuanku”ujar namja pabo itu. Ck, segitu saja bangga,aku yang berkali –kali dibujuk untuk masuk tim inti tanpa seleksi saja tidak segitunya.

“Jjinja, kau masuk tim inti? Wuah berarti kau sangat hebat ya..” ucap sooyoung . Aish youngie , jika seperti ini saja kau sudah anggap hebat , kau pasti akan mati mendadak jika kuberitahu tentang segala prestasiku.

“Tidak terlalu.”ucap namja itu tersenyum mendengar pujian sooyoung.  ”sooyoung, sebelum kesini tadi aku membelikan ini untukmu” namja itu merogoh kantongnya dan memberikan sesuatu pada sooyoung yang tdk bisa kulihat dengan jelas.

“coklat?” ucap sooyoung.

“Ne.. coklat itu sama manisnya sepertimu. Kau suka?” dia kembali mengeluarkan rayuan kacangnya, yang lagi-lagi berhasil menimbulkan rona merah pada pipi sooyoung.

“ne” ucap sooyoung

baiklah, aku sudah tidak tahan lagi menahan emosiku. Kurasa ini sudah batasnya. Aku menghampiri  mereka dan menarik tangan sooyoung pergi. Namja itu mencoba menahanku tapi kemudian mundur hanya dengan melihat tatapan membunuhku, cih mental ikan. Sooyoung yang terkejut hanya bisa mengikuti langkahku  sambil terus mencoba melepaskan tangannya.

“Oppa lepaskan!” teriaknya  mencoba melepaskan tarikanku, tapi  hanya kuacuhkan . Aku terus  saja menariknya mengikutiku.

Aku membawanya ke sebuah ruang kosong. Setelah kami memasuki ruangan itu kulepaskan cengkramanku dari tangannya. Dia memandangku sengit dan membalikkan badannya mencoba pergi yang langsung ku tahan lengannya, dia menghentakkan lengannya dari cengkramanku dan mencoba pergi kembali, tapi aku juga kembali menahan lengannya lagi.

“Katakanlah..”  ujarnya menyerah kali ini.

Bukannya menjawab aku hanya diam menatapnya. Aku jg tidak mengerti dengan diriku, kenapa tidak ada satu kata pun yang terpikirkan oleh otakku untuk kukatakan padanya. Bibirku hanya diam membisu menatapnya penuh arti.

“kenapa hanya diam? Bukannya kau ingin mengatakan sesuatu oppa? Anni.. sunbe?” ucapnya sinis memandangku. Bisa kurasakan kebencian dan ketulusan dari tatapannya, Yongie-ah jangan begini.  Aku tahu kau mencintaiku, maafkan aku youngie… Hatiku sekarang tengah berkta-kata tapi tidak satu pun kata bisa keluar dari bibirku. Aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskan kejadian malam itu.

“Kalau tidak ada aku pergi. Satu lagi jangan pernah menggangguku lagi sunbae”katanya membalikkan tubuhnya berjalan meninggalkanku. Kali ini aku tidak lagi menahannya, yang ku bisa hanya memandangnnya pergi sampai sosoknya menghilang dari pandanganku. Dan Tidak terasa air mata sudah menggenang di pelupuk mataku. Apakah kau sudah melupakanku youngie? Dan dengan mudahnya membuka hatimu pada namja lain seperti tadi? Rasa sakit luar biasa menghantam dadaku melihat orang yang kucintai sudah tidak peduli lagi padaku.

Author pov

tanpa sepengetahuan changmin, setelah pergi meninggalkannya sooyoung juga menangis di dalam kamar mandi bahkan sampai harus membekap mulutnya agar suara tangisannya tidak terdengar.

Sama seperti changmin hatinya juga sangat sakit

***

Changmin sedang melamun di taman kampus saat yunho dan donghae menghampirinya

“min!” panggillan donghae membuatnya menoleh kearah mereka

“ Ada masalah?”Tanya yunho

“Andwe..” jawabnya singkat

“Kau lihat ini…”ucap donghae mengeluarkan smirk sambil mengipas-ngipaskan beberapa lembar tiket di depan mukanya.

“Wae?” Tanya changmin tak tertarik

“ayolah jangan lemas begitu. Tiket ini kudapat dari temanku pas untuk 3 orang. Mereka mengadakan pesta untuk beberapa fakultas di kampus ini, acaranya di jamin meriah. Ottokhe?” ucap donghae

“Aku tidak tertarik. Kalian sajalah yang pergi.”

“Ayolah changmin, banyak yang ikut kok . Dan disana pasti banyak gadis2 manisnya.” Yunho turut membujuk

“ Aku sedang tidak dalam mood yg baik. Kalian saja.”

“ Oke jadi kau tidak menghargai kerja kerasku mendapatkan tiket ini? Aku bahkan sudah menghabiskan banyak tabunganku.” Ucap donghae pura-pura memasang wajah kesal.

“Ne aku ikut, kalian puas!” changmin akhirnya menyerah

“Kami puas!” ucap yunho dan  donghae berbarengan lalu tertawa. Sedang changmin hanya bisa mendengus kesal.

Di lain tempat

“ayolah youngie..” Jessica mengeluarkan aegyonya berusaha membujuk sooyoung

“anni, sica-ah aku ada acara” tolak sooyoung

“Yak! Choi sooyoung sampai kapan kau terus mengelak dan berbohong. Katakan ada acara apa kau?” ucap yoona mulai kesal

“itu..itu..” soooyoung gelagapan tidak tahu harus berbicara apa

“Kalau kau masih menganggap kami teman, ku mohon ikutlah. Kau tidak boleh menyendiri dan bersedih terus. Kau juga buth hiburan. Kami jg melakukan ini untukmu.” Jelas yoona panjang lebar. Mendengar perkataan yoona hati sooyoung mulai luluh. Dia memang tak seharusnya bersedih seperti ini terus dan mengecewakan sahabat2 nya yg selama ini terus berusaha menghiburnya.

“Baiklah” Ucap sooyoung menurut dan langsung mendapat pelukan gembira dari Jessica  serta senyuman manis yoona

***

Sooyoung menikmati alunan music pesta yang mengalun di mejanya. Dress manis sedikit di atas lutut mempercantik penampilannya hari ini. Bukan hanya sooyoung yang menikmati music sebagian besar orang di sekitarnya juga bahkan beberapa orang harus turun ke lantai dansa meliuk-liukkan badannya terhipnotis music pesta. Jessica dan yoona menarik sooyoung agar ikut turun ke lantai dansa, sooyoung yang terkejut hanya bisa menolak dan membiarkan kedua sahabatnya itu untuk mewakilinya  menari.

Sooyoung tertawa melihat tarian aneh Jessica, bisa-bisanya dia dengan pedenya ikut menari padahal dia sendiri tidak pandai menari dasar Jung Soyeon. Yoona yang di sampingnya bahkan sampai memukul kepalanya karena tarian Jessica lebih mirip orng kesurupan daripada orang yang menari.

Akan tetapi Tawa sooyoung seketika terhenti saat melihat sosok namja yang dikenalinya memasuki ruangan pesta. Namja yang menjadi penyebab suasana hatinya buruk belakangan ini. Namja yang sangat dibenci dan dirindukannya. Ya namja itu tidak lain adalah shim changmin .Changmin sangat tampan malam ini , tidak bisa dipungkiri saat changmin dan kawan-kawan memasuki ruangan pesta 90% mata wanita mengarah pada mereka.

Dan set!belum sempat sooyoung mengalihkan tatapannya Pandangan mereka bertemu satu sama lain. Setelah terbius beberapa detik oleh tatapan changmin sooyoung dengan cepat mengalihkan pandangannya.

Changmin, Yunho , dan donghae berjalan ke arahnya saat ini membuat  jantung sooyoung berdebar kencang lebih tepatnya mengarah ke meja di samping sooyoung.  Kini hanya sedikit jarak yang memisahkan mereka.membuat changmin lebih leluasa untuk menatap yeojanya itu. Tapi tatapan changmin membuat sooyoung merasa tidak nyaman sehingga beberapa kali dia menukar posisi duduknya. Merasa tidak nyaman di pandangi terus oleh changmin sooyoung memutuskan meninggalkan mejanya dan berjalan ke meja minuman . Rasanya dia perlu sendiri saat ini tanpa changmin tentunya.

Sooyoung memesan segelas koktail(?)  pada bartender.

“Ini agashi..” bartender memberikan pesanan sooyoung yang dibalas senyuman oleh sooyoung

Sooyoung baru mengangkat minumannya saat sebuah tangan yang lumayan kekar menahannya.

Sooyoung menatap sengit changmin yang mencoba menghalangi niatnya itu.

Sebuah desiran aneh timbul di hatinya saat pandangan mereka bertemu dalam jarak dekat seperti ini. Desiran seperti dulu yang selalu dirasakannya saat dia berdekatan dengan  namja di depannya ini.

“Lepaskan.” Ucap sooyoung sinis. Changmin memang melepaskannya ,Tapi changmin bukannya  melepaskan tangannya dari tangan sooyoung melainkan melepaskan tangan sooyoung dari gelasnya dan menegak habis minuman yang dipegang sooyoung tadi.

Melihat kelakuan changmin sooyoung mendengus kesal dan beranjak pergi  dari tempat duduknya. Membuat Tangan changmin kembali menahan pergelangan sooyoung( hobi bgt sih)

“Wae? Sebegitu bencinya kah kau sampai harus menghindariku terus” ucap changmin membalikkan  badan sooyoung menghadapnya.

“Itu yang kau mau kan” Ucap sooyoung pada changmin tanpa ekspresi. Changmin terdiam sesat memandangi wajah yeoja di depannya ini. Di sentuhnya lembut rambut sooyoung

“ sudahlah jangan seperti ini, jangan menghindariku lagi “ changmin menarik sooyoung dalam dekapannya. Tidak sampai beberapa detik sooyoung melepaskan pelukan changmin

“ Kenapa kau jahat sekali?” air matanya kini sudah menggenang “ kenapa semuanya harus sesuka hatimu? Kau seenaknya menyuruhku menjadi yeojachingu mu, kau juga yang memutuskan hubungan kita. Dan sekarang kau malah memintaku untuk tidak menghindarimu? Kau membuatku bingung. Apa alasannya aku harus selalu menurutimu ?Aku juga punya kehidupan sendiri.” Ucap sooyoung panjang lebar. Kali ini bukan hanya air matanya yang turun bebas membasahi pipinya tapi juga disertai  isak tangis. Untungnya music yang cukup keras dapat meredamnya .

“Mianhe youngie, Mianhe membuatmu seperti ini, tapi aku benar-benar mencintaimu” changmin menggenggam tangan sooyoung dan menghapus air matanya dengan jarinya

“Bukannya kau tidak mempercayaiku? Kau kan mengira kalau aku sud..”blm sempat sooyoung menyelesaikan kalimatnya changmin sudah membungkamnya dengan cemilan di sampingnya.

“Aku memang bdoh pernah meragukanmu, Aku pernah tidak mempercayaimu. Tapi yakinlah youngie aku tidak akan melakukannya lagi” changmin menatap sooyoung penuh arti.

“Mianhe oppa tapi perasaanku padamu sudah berubah” ucap sooyoung  menghncurkan harapan changmin. Dadanya sangat sakit mndengar kalimat sooyoung.

“ Kau bercandakan youngie? Iyakan?kau masih mencintaikukan? Youngiee ku mohon maafkan aku, aku tidak bisa kehilanganmu” Tanya changmin panic mengguncang pundak sooyoung. Sooyoung menatap changmin sebentar. Dia senang ternyata reaksi changmin sesuai yang diharapkannya
“Cih kalau memang segini takutnya kehilanganku, maka jangan melepaskanku dengan mudah lagi.” Ucap sooyoung menghapus sisa air matanya. Kalimatnya membuat changmin bingung

“Maksudnya?”Tanya changmin bingung

“Maksudnya oppa harus menjagaku dengan baik. Dan yang paling penting harus selalu percaya padaku. Jika oppa melepaskanku lagi aku tidak janji akan kembali padamu lagi.”

“Jadi kau mau menjadi yeoja chinguku lagi youngie?” ucap changmin dengan senyum mengembang.

Sooyoung mengangguk tersenyum malu, membuat changmin sangat senang.  Baru changmin ingin memeluk sooyoung tapi sooyoung buru-buru menahannya, dia malah mencium bibir changmin kilat dan kabur secepat mungkin membiarkan changmin mematung memegang bibirnya tidak percaya.

‘youngie baru kutinggal sebentar kenapa kau sudah  genit seperti ini’ batin changmin

“yak Choi sooyoung!” teriak changmin. Changmin akhirnya sadar  dan berlari menyusul sooyoung.

THE END

Benar-benar minta maaf yang sebesar-besarnya pada readers karena nggak nepatin janji tentang waktu penerbitannya. Aku sedang kena flu berat dan demam  beberapa hari terakhir ini jadi nggak bisa menyelesaikannya tepat waktu. Ini juga masih sakit buatnya jadi gak tau deh hasilnya bagus atau gk, jujur aja moodku kurang baik saat ini . FF nya jg gk ku baca ulang jadi kalo bnyk typo di maklumi ya

Betul2 maaf readers….

RCL ya J

My maid

Title            : My maid

Author        : Anastasya

Main cast    : Sooyoung , kyuhyun

Other cast    : sulli,donghae

Rating         : PG-15

Genre          : romance

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AUTHOR POV

Klingklingkling!  terdengar dentingan dari arah pintu sebuah kafe ketika seorang namja keren berperawakan tinggi  dan tampan memasuki kafe. Namja tersebut bernama CHO KYUHYUN.

“ Moccacino satu “ ujar namja tadi yang kini berada di depan kasir dari kafe tersebut.

“Ne..” ujar yeoja yang kini berdiri di hadapan meja kasir.

Tidak seperti pelayan umumnya yang selalu di penuhi dengan senyum saat melayani pelangganya. Yeoja ini tampak begitu murung. Penampilanya jangan ditanya, Mukanya yang cantik hanya beralaskan make up tipis sedangkan bibirnya bahkan tak terpoles lipstick sama sekali. Jika berfikir logis pelayan seperti ini harusnya sudah dipecat . Tapi walau mempunyai penampilan dan tata krama yang buruk dia memiliki cara kerja yang baik selain itu kejujurannya dalam bekerja pun tdk diragukan .Itulah yang menjadi alasan kafe  ini untuk mempertahankannya. Yeoja satu ini bernama CHOI SOOYOUNG.

Untungnya itu semua tidak dipermasalahkan oleh seorang Cho Kyuhyun. Dia tidak begitu peduli dengan penampilan seorang pelayan. Yang di sukainya dari kafe ini adalah rasa kopinya yang baik dan suasana kafe yang nyaman, untuk itulah dia menjadi langganan tetap kafe ini.  Setelah menunggu beberapa saat akhirnya  kopi pesanan Kyuhyun siap.

“kamsha.” ucapnya sooyoung singkat  sambil memberi  kopi dan kembalian yang hanya dibalas dengan anggukan oleh Kyuhyun.

Disinilah dia sekarang menyeruput kopinya  bersama beberapa mknan ringan sambil mengutak-atik laptopnya. Ada beberapa keperluan bisnis yang harus diselesaikannya. Alunan lagu mengalir lembut mengisi ruangan kafe. Pengunjung kafe yang tidak beberapa ramai membuatnya dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik karena tidak ada kebisingan yang mengganggu. Suasana kafe yang nyaman juga mendukung. Kafe yang dominan bernuansa kayu membantunya memberi  tingkat emosional yang baik .

Itulah sebabnya Setiap hari Kyuhyun pasti tidak pernah absen untuk mengunjungi kafe ini.
“Prang!” gelas  yang dibawa sooyoung jatuh akibat seorang anak kecil yang berlari menabraknya. Bunyi gelas jatuh itu berhasil mengusik perhatian para pengunjung kafe termasuk kyuhyun.Sedang  Anak kecil yang menabraknya tadi menangis karena terjatuh.

“Kau punya mata tidak sih!” omel ibu si anak sambil membantu anaknya berdiri.

Yang salahkan anaknya lari2 kesana kemari, kenapa dia yang marah?

Sooyoung hanya diam sembari membereskan pecahn kaca yang berserakan.

“Hei  kau tuli? Cih Bagaimana bisa pelayan sepertimu bisa dipekerjakan disini!?”

“Mianhe..” ucap sooyoung tanpa ekpresi .Hanya kata2 itu yang bisa keluar dari mulut sooyoung.

Kyuhyun yang melihat  sedari  tadi kembali focus pada laptopnya. Dia tipe orang yang tidak terlalu peduli terhadap urusan orng lain.

“Mianhe ? Kau kira itu cukup! Bagaimana jika sesuatu terjadi pada anakku kau bisa membayar pengobatannya hah?”bentak si ibu
“Mianhe..” ucap sooyoung lagi.

“Kau tahu apa yang akan terjadi jika pecahan kaca itu mengenai  kaki anakku dan menimbulkan bekas luka. Apa kau sanggup membiayai opersi plastiknya?!” teriak si ibu sambil mendorong pundak sooyoung yang membuat nya terjatuh.

“Mianhe..” ucap sooyoung masih tanpa ekspresi.

“Aish kau ini! Percuma saja ngomong denganmu.. Pelayan sepertimu mana mungkin mengerti.Aku akan  mengadukan ini pada managermu!” ucap ibu tadi menarik anaknya pergi meninggalkan sooyoung .

Sooyoung hanya bisa berdiri sambil mengibaskan seragamnya yang kotor akibat terjatuh.

Sekitar pukul 10 malam Sooyoung pulang ke rumahnya kedua tangannya penuh dengan barang2 yang harus dibawanya kembali besok ke kafe. Rumahnya terbilang sangat kecil hanya berisikan  satu kamar tidur,ruang tamu yang sempit serta 1 kamar mandi. Perutnya yang sangat lapar saat ini memaksanya untuk memasak mie instant. Setelah sepanci kecil mie instant dilahapnya dia merebahkan tubuhnya ke atas kasur rasa lelah letih seketika menghampiri tubuhnya yang kurus. Sebelum terlelap air mata turun membasahi pipi halusnya, ya inilalah rutinitas choi sooyoung sebelum tertidur. Kenangan2  menyakitkan itu terkenang kembali .Ingatan akan hidup yang kejam yang dialaminya.

Ingatan kehilangan orang tuanya, saudara licik yang mengambil seluruh harta yang ditinggalkan orang tuanya, sampai pacar yang mencampakkannya karena dia sudah tidak memiliki apa-apalagi.

Hidup itu kejam itulah yang dirasakannya , dia sudah tidak dapat mempercayai siapa-siapa lagi saat ini.

****
“Dongahae hyung!” panggil kyuhyun saat tidak sengaja berpapasan  dengan donghae di kantor
“Eh kyu! Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku bekerja di sini”

“Jadi kau ini kantormu  sekarang?”
“Ne. Tapi apa yang hyung lakukan disini?” Tanya kyuhyun penasaran.

“Oh aku. Aku hanya sedang menyelesaikan beberapa urusan disini. Kantormu dan kantorku terlibat kerjasama beberapa proyek.”

“Oh begitu…. Hyung kita sudah lama tidak bertemu, bagaimana kalau minum secangkir kopi? Apa hyung ada waktu?”

“Ada, kebetulan urusanku disini juga sudah selesai. Kajja!”

“Kajja. Aku tahu kafe yang bagus”

KYUHYUN POV

Setelah memesan 2 cup kopi aku langsung menghampiri donghae hyung yang sudah duduk duluan mengambil tempat.
“kyu.” Panggil donghae hyung yang membuatku  mendongakkan wajah.

“Aku perhatikan yeoja itu aneh sekali. Mukanya pucat Bahkan  tidak sekali pun kulihat senyum di wajahnya.Berbeda sekali dengan pelayan kafe yang biasa kutemui.” Ucap donghae sambil melirik kearah sooyoung

“Dia memang seperti itu. Yang pasti kafe ini punya kopi yang baik. Aku jg suka dengan suasana disini, Jadi tidak usah terlalu kau ambil pusing tentang pelayan itu hyung. Lagian kenapa kita jadi membicarakannya sih.”kataku

“Anni aku hanya merasa janggal. O ya kyu kau masih ingat sulli?”

“Sulli? Dia adikmu kan hyung?”
“Ne, sekitar beberapa minggu lagi dia akan menyelesaikan studinya dan balik ke korea. Dia kan sangat menyukaimu haha.. Apa kau masih ingat usahanya mengejarmu?” ucap donghae hyung yang membuatku juga tertawa.

“Itu kan dulu hyung, aku tidak yakin dengan sekarang. Kami masih sangat muda saat itu, jadi kurasa itu hanya cinta sesaatnya”ucapku

“Aku rasa dia memang serius denganmu , kita liat saja nanti. Ngomong2 apa sekarang kau tinggal sendiri?” Tanya donghae hyung

“Ne, appa dan oemma menetap di kyungsang. Jadi aku memutuskan untuk menyewa sebuah apartment di sini. Kuakui sangat sulit untuk hidup sendiri, sepertinya aku membutuhkan seorang pembantu untuk bekerja di rumah.”

“Pembantu?” Tanya donghae hyung

“ Ne, Aku memerlukannya untuk memasak  dan melakukan pekerjaan rumah. Aku terlalu sibuk untuk melakukannya sendiri.”kataku

“Aku sepertinya bisa membantumu. Aku mengetahui beberapa penyedia jasa pembantu, aku akan mengajakmu kesana untuk melihatnya lain kali.”ucap donghae hyung yang langsung membuat senyumku mengembang

“Ah gomawo hyung. Kau sangat membantu!” ucapku langsung menjabat tangannya.
“Itulah gunanya teman.” Ucap donghae hyung sambil tersenyum. Tiba-tiba ponselnya berdering. Hyung langsung mengangkat handphonenya dan terlibat beberapa percakapan dengan orang di seberang smbngan tlp”

‘Ah ne…” ucapnya sembari menutup sambungan teleponnya.

“Mianhe kyuhyun-ah, aku harus segera pergi. Ada rapat mendadak di kantorku, ku harap kau tidak keberatan.Aish padahal baru saja kita bertemu.” ucapnya sedikit kesal. Dia lalu membereskan diri  dan mengambil kunci mobilnya di atas meja kafe.

“oh gwenchana(?) kita bisa bertemu lain kali. Hati-hati hyung” ucapku sambil tersenyum.

“Ne, annyeong!” ucapnya dan melambaikan tangannya.
“Annyeong” balasku.

Aku kembali menyeruput kopiku dan menyandarkan badanku.  Pemandangan orang lalu lalang tampak dari kaca kafe.Hari ini hujan mengguyur kota seoul. Tidak terlalu deras tapi cukup untuk  membuat orang menggigil. Saat asik menikmati pemandangan kota seoul dari balik kaca kafe, Tiba-tiba sesuatu mengusikku berasl dari lorong di sampingku.

“Apa kau tidak bisa bekerja hah!!” bentk seorang namja  pada yeoja yang kuketahui adalah pelayan kafe itu. Yeoja itu hanya diam menundukkan kepalanya.

“Kenapa bisa ceroboh sekali sampai menabrak anak itu dan memecahkan gelas . Kau tahu ibunya itu adalah teman dari yang punya kafe ini. Pekarjaanku juga bisa terancam  karena mempekerjakanmu”. Lanjut namja tadi

Kuperhatikan yeoja itu tidak bereaksi apa-apa tatapannya kosong ke bawah. Pasti ini karena kejadian semalam, kupikir bukan dia yang bersalah. Apa dia tidak punya mulut untuk membela diri?

“Aish! Kau ini! Sudah terimalah ini, Ini gaji terakhirmu. Mulai besok jangan datang lagi kemari, kau dipecat!” ucap namja yang sepertinya merupakan maneger kafe ini. Namja itu kemudian meninggalkan sebuah amplop diatas meja dan meninggalkan pelayan kafe itu.

Pelayan itudengan lunglai  mengambil amplop di atas meja dan kembali pada pekerjaannya. Kulihat bulir air mata membasahi wajahnya dan dengan cepat dihapusnya. Apa dia senaif itu? Kalau aku pasti sudah meninggalkan kafe ini toh besok aku sudah tidak bekerja lagi, tapi yeoja ini malah melanjutkan pekerjaannya. Aish cho kyuhyun ini bukan dirimu, jangan campuri urusan orang lain!

***
Hari ini aku sangat lelah, banyak sekali urusan kantor yang harus ku selesaikan tadi. Dari depan kaca mobilku tampak situasi kota seoul, akhir-akhir ini kota seoul sering dilanda hujan. Aku ingin sampai rumah dengan cepat. Mandi untuk menyegarkan diri dan merebahkan diriku ke kasurku yang empuk untuk mengusir rasa letih ini.

Ting! Lampu hijau berubah merah kuhentikan mobilku dengan segera mengantri dengan mobil lain menunggu lampu berubah hijau.  Pandanganku terhenti pada sebuah halte, tampak padaku  seorang yeoja memegangi perutnya kesakitan, sepertinya dia hampir pingsan, OMMO! Tunggu! Aku seperti mengenalnya , dia kan … si pelayan kafe.

Setelah lampu berubah hijau segera kutepikan mobilku kearah halte, aku turun dari mobil dengan tergesa dan menghampirinya.

“Nona  kau tidak apa2?”  tanyaku. Dia hanya menggelengkan kepalanya dan menyuruhku menjauh.

“Nona ayo ikut aku, aku akan menolongmu”ujarku menarik tangannya.Tapi yang ada dia malah terjatuh dari bangku halte. Aku yang panic langsung menggendongnya dan memasukkannya  ke dalam mobil, bisa kurasakan badannya sangat panas , bibirnya juga sangat pucat.

SOOYOUNG POV

Aku membuka mataku perlahan , rasanya berat sekali. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling, dan langsung terlojak kaget. Di mana tempat ini? Kulihat kain dingin menempel di dahiku. Ruangan ini sangat asing, dimana aku? Kamar ini sangat mewah  dengan nuansa putih. Kamar siapa ini? Segera  aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke luar kamar. Seorang pria yang merasakan kehadiranku langsung menoleh

“Oh kau sudah sadar ?” tanyanya . Dia dduk di sebuah sofa hitam sambil menonton televisi.

“Siapa kau? Kenapa aku bisa disini?” tanyaku lemas. Kepalaku masih pusing

“Kau tadi pingsan lalu aku membawamu ke sini. Dokter sudah memeriksamu dan memberimu beberapa suntikan, katanya kau kelaparan makanya pingsan.”

“Oh jeongmal gomawo telah menolongku, aku permisi.” Ucapku melangkahkan kakiku kearah pintu keluar. Aku tidak ingin berlama-lama di rumah orang asing.

“Anni tunggu! Makanlah dulu aku sudah membeli bubur buatmu tadi.”kata namja itu menahan kepergianku.

“Tidak perlu. Aku permisi dulu..” ucapku memutar knop pintu. Tidak sampai kulangkahkan kakiku keluar rasa sakit menerjang perutku membuatku jatuh. Refleks namja tadi langsung menopang tubuhku agar tidak terjatuh yang langsung kutepis. Sialnya keseimbanganku yang sangat buruk membuatku kembali terjatuh. Kali ini namja itu tidak melepaskan ku walau sudah kutepis.

“ Kenapa kau sangat keras? Jangan memaksakan dirimu,  Ayo kau harus makan!.” Ujarnya menaikkan sedikit volume suaranya dan memapahku menuju ruang makan.

KYUHYUN POV

Aku memapahnya menuju ruang makan dan membantunya untuk duduk di kursi. Kuletakkan semangkuk bubur, sebuah sendok dan segelas air putih didepannya. Lalu kutarik kursi didepannya dan duduk disana.Kini kami saling berhadapan. Penampilan yeoja ini benar2 sangat berantakan. Dia hanya memakai kemeja lusuh dan jins. Rambutnya yang panjang sebahu seperti tidak tersisir bahkan terlihat kantong hitam di kedua matanya.

“Makanlah” Ujarku. Dia tampak enggan namun sedetik kemudian dia mengambil sendok dan memasukkan bubur itu ke mulutnya sesuap demi sesuap.

“Sudah berapa lama kau tidak makan?” tanyaku. Dia hanya memangdangku sendu dan melanjutkan makannya. Yeoja ini benar2!.

“ Kata dokter terlambat sedikit saja kau mendapat suntikan akan sangat berbahaya pada perutmu.”ujarku .

“Ngomong2 apa kau mengenalku?” tanyaku yang dibalas dengan gelengan lemah olehnya.

“MWO? Kau tidak mengenalku? Aku bahkan adalah pelanggan tetap di kafe mu.” Kagetku. Sepertinya yeoja ini benar2 tidak peduli pada sekelilingnya. Bagaimana bisa dia hidup seperti ini?.

“Baiklah Aku tidak akan mempermaslahkan kau mengenalku atau tidak, tapi aku tidak melihatmu di kafe akhir2 ini . Apa kau benar2 dipecat?” tanyaku  yang di jawabnya dengan anggukan.

Sebentar lagi kurasa  aku akan menjadi gila. Apa dia tidak punya suara untuk berbicara? Dari tadi hanya bisa menggeleng dan mengangguk

“Aku sudah selesai.” Ujarnya , oh god! Ternyata dia bisa bicara *plakk!. “ Gomawo” ujarnya lagi .kali ini dia bangkit dan membungkuk lalu  melangkahkan kakinya pergi.

“Tunggu!” cegatku. “ Jika kau belum mendapat pekerjaan  kau bisa bekerja di sini. Aku memerlukan pelayan untuk mengurusi rumah dan memasak. Tidak perlu terburu-buru, kau bisa pulang dan memikirkannya lgi.”

“Berapa gajiku? Kapan aku bisa mulai bekerja?” katnya yang membuatku sedikit terkejut. Yeoja ini benar2 ajaib!

“5000 won per bulan(ngasal). Kau bisa mulai besok jika kau mau. Kau mulai bekerja pukul delapan, Kau bisa pulang setelah memasak makan malam untukku.  aku akan member kunci cadangan padamu. Bagaimana?”

“Ne aku setuju . Kalau begitu  aku permisi dulu.” Ucapnya ingin pergi.

“Tunggu! Sebelum itu namaku Cho Kyuhyun. Kau bisa memanggilku kyuhyun, siapa namamu?”

“ Choi Sooyoung”

AUTHOR POV

Hari ini hari pertama sooyoung memulai pekerjaannya. Dilangkahkannya kakinya memasuki apartment no 226 dengan kunci yang diberikan kyuhyun padanya.

Dia memulainya dari membersihkan kamar dan ruang televisi hingga seluruh rumah. Mencuci menggosok pakaian juga dilakukannya. Sooyoung lalu melanjutkannya dengan memasak. Dengan ahli dia memotong tiap sayuran dan daging , lalu segera memasak semuanya. Disusunnya dengan rapi tiap makanan di atas meja.  Huft! Dia menghela nafas kini siap semua pekerjaan rumah dilakukannya. Dihempaskannya sebentar tubuhnya ke atas sofa sambil menonton beberapa acara televisi . Sooyoung lalu pulang setelah waktu menunjukkan pukul 8 malam.

Saat pukul setengah Sembilan kyuhyun pulang ke apartmentnya. Setelah membersihkan diri di hempaskannya lansung tubuhnya ke kasur. Kriuk!!  Perutnya bunyi

“Aish aku lapar sekali.” Dilangkahkan kakinya menuju dapur. Disana didapatinya masakan sudah tersedia diatas meja

“sepertinya enak!” ujar kyuhyun dengan senyum mengembang. Tidak menunngu waktu lama semua masakan sooyoung  ludes dihabiskannya.

‘Ternyata selain pandai membuat kopi kau juga pandai memasak.’ Batin kyuhyun.

***

Tidak terasa sudah ada sebulan sooyoung bekerja di rumah kyuhyun , walau mereka jarang bertemu secara langsung .

“Fuh” ujar sooyoung mengelap dahinya.  Hri ini seperti biasa dia telah menyelesaikan pekerjaannya dan mengambil mantel dan tasnya ingin pulang. Belum sampai di depan pintu kyuhyun dan teman2nya masuk ke apartment kyuhyun.

“Sooyoung-ah, kau sudah akan pulang?” Tanya kyuhyun yang dibalas dengan anggukan oleh sooyoung.

“Bisa bantuku menyiapkan ini .” kyuhyun menunjukkan plastic berisikan beberapa daging dan soju, sepertinya kyuhyun dan teman2nya akan berpesta malam ini. Tanpa penolakkan sooyoung mengambil bungkusan dari tangan kyuhyun dan segera menyiapkan semuanya di dapur. Selesai menyiapkannya sooyoung kembali ke depan dan menghidangkannya.

“ Ommo kyu! Kau tidak bilang punya yeojachingu yang cntik seperti ini.” Ucap eunhyuk  ketika melihat sooyoung datang. Dari tingkahnya namja ini pasti seorang playboy *plakk

“Dia  bukan yeojachinguku. Dia bekerja disini untuk urusan rumah” ujar kyuhyun

“Maksudmu dia pelayan? Mwo kau cntik sekali” ucap eunhyuk mengedipkan matanya pada sooyoung.

“Sudahlah hyuk! Jangan menggodanya”ujar kyuhyun pada eunhyuk. Bukannya berhenti enhyuk makin mendekati sooyoung yang sedang menghidangkan makanan.

“Bagaimana jika bekerja padaku saja. Aku akan membayayarmu lebih tinggi dari kyuhyun.”ucap eunhyuk sambil mencolek dagu sooyoung yang dibalas dengan tatapan sengit sooyoung padanya.

“Hyukie jangan mengganggunya.” Kali ini entah mengapa kyuhyun mulai kesal, tapi eunhyuk tidak memperdulikannya. Sedang teman2nya yang lain hanya tertawa melihat tingkah eunhyuk.

“Atau kau juga bisa jadi yeoja chinguku kalau mau”eunhyuk merangkulkan tangannya ke pundak sooyoung. Sooyoung langsung melepaskan tangan eunhyuk dengan kasar.

“Cih! Hanya pelayan tapi sombong sekali, ini pelajaran untuk pelayan sombong!.” Eunhyuk menarik sooyoung paksa dan menciumnya kasar. Ciuman terlepas saat sebuah tangan mendarat tepat di wajah eunhyuk. Ya kyuhyun yang memukulnya.

“Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak mengganggunya.” bentak kyuhyun pada eunhyuk yang sudah tergeletak. “ Sepertinya acara hari ini kita batalkan saja, aku sedang tidak dalam mood yang baik.” Ucap kyuhyun pada temannya yang lain. Teman-teman kyuhyun lalu pulang meninggalkan apartment kyuhyun sedangkan yang lainnya membantu eunhyuk sebelum akhirnya juga meninggalkan apartment kyuhyun.

Setelah semua temannya pulang, Kyuhyun yang tersadar langsung melihat kondisi sooyoung di belakangnya. Sooyoung kini tengah menangis sesenggukan . Dengan semua beban hidupnya mengapa sekarang dia harus merasakan hal seperti ini juga.

“Kau tidak apa?” tanyanya  mendekati sooyoung, dia tidak memperdulikannya dan hanya terus menangis . Air matanya sudah banyak sekali tumpah membanjiri kedua pipinya. Kyuhyun mengambil sapu tangan dari kantongnya  lalu mengusapkannya pada bibir sooyoung yang dicium eunhyuk tadi.

“Mianhe ini semua salahku. Tidak seharusnya aku menhambatmu pulang tadi” ucap kyuhyun menghapus air mata sooyoung. Bukannya berhenti sooyoung tetap menangis. Kyuhyun yang bingung  tidak tahu harus apalagi langsung mendekap sooyoung dalam pelukannya . Kini sooyoung menangis didadanya dan membasahi kemejanya. Tidak seperti biasanya sooyoung pasti  akan marah jika seorang namja menyentuhnya apalagi memeluk seperti ini , tapi untuk saat ini sepertinya dia memang memerlukan tempat untuk menangis dan tempat ini sangat nyaman jadi dia membiarkannya.

“ Mianhe…” ucap kyuhyun lagi sambil mengusap lembut rambut sooyoung dalam dekapannya.

Setelah beberapa menit tangis sooyoung reda , sekarang dia duduk di sofa apartment kyuhyun .Hatinya kini sedikit tenang.  Kyuhyun datang dari arah dapur membawakan segelas the hangat pada sooyoung

“Minumlah..” ucap kyuhyun menyodorkannya pada sooyoung

“Maafkan aku atas hari ini.” Ucapnya lembut. “Ini sudah  sangat larut aku akan mengantarmu pulang.” Lanjut kyuhyun.

Sepanjang perjalanan pulang hanya kebisuan yang menemani mereka hingga sampai ke rumah sooyoung. (ini pasangan sama2 pendiam ya heran deh! *bukk!)

***

Setelah kejadian saat itu hari2 berikutnya sooyoung kembali bekerja seperti biasa di rumah kyuhyun.

Pada hari ini tidak seperti biasa kyuhyun tidak masuk kantor. Kantornya libur hari ini, dan dia tidak punya kesibukan lain. Jadi ya dia hanya menetap di rumah hari ini.

Seperti saat ini kyuhyun menonton televise sedang sooyoung mengepel lantai. Tapi bukannya TV yang harusnya ditontonnya . kyuhyun malah asik menonton sooyoung . Ntah mengapa akhir2 ini kyuhyun memang sering memikirkan yeoja ini, ada rasa dalam dirinya ingin melindungi sooyoung.

‘ Kau sudah gila Kyuhyun-ah’ batin kyuhyun , saat tersadar dirinya sedari tadi hanya memperhatikan sooyoung. Dia mencoba untuk focus menonton televisi , blm sampai beberapa detik pandangan kyuhyun ke tv  kembali lagi ke sooyoung. Hahay kyuhyun sudah terkena sindrom sooyoungster! *author ngaur lagi bukk!!

Siap mengepel lantai sooyoung melanjutkan pekerjaannya melap kaca dan barang2 lainnya di apartment kyuhyun. Peluh kini sudah membasahi wajahnya, tapi dalam pandangan kyuhyun peluh itu semakin mempercantik sooyoung.  ( Kek ginilah kalo lgi jatuh cinta keringat aja bisa buat orang cntik apalagi ingus oalah -_-  *bukk author ditumbuk lagi kyknya mukakku udh gk bebentuk lgi, hiks ;/)

“Kau tidak lelah? Istirahatlah dulu.” Ujar kyuhyun pada sooyoung

“tidak perlu” ucap sooyoung singkat

“ kau ingin membantahku? Aku ini boss mu!” ucap kyuhyun. Kali ini dia memakai kekuasaannya. Dengan  berat hati sooyoung menuruti kyuhyun dan duduk di karpet.

“Kenapa duduk disana? Kemari!” ujar kyuhyun sambil menepuk  tempat di sampingnya. Sooyoung pun mengikutinya dengan patuh. Kini mereka duduk bersebelahan .  kyuhyun mengambil beberapa lembar tisu dan mengusap peluh di wajah sooyoung. Deg! Sooyoung sempat terpana beberapa saat sampai akhirnya…

“biar aku saja.” Ucapnya mengambil  tisu dari tangan kyuhyun dan melap keringatnya sendiri.

“kau sudah makn?” Tanya kyuhyun yang dibalas gelengan oleh sooyoung. “ Kali ini biar aku yang masak sebagai tanda terima kasih atas masakanmu yang enk selama ini.” Sooyoung hampir mebuka mulutnya ingin menolaknya tapi kyuhyun buru2 memotongnya

“Jangan membantah. Ini perintah!” ucapnya menarik tangan sooyoung duduk di meja makan.

Selama kyuhyun memasak sooyoung hanya bisa melihatnya dari meja makan walau ekspresinya datar seperti biasa namun dalam hatinya ada timbul sebuah perasaan senang yang sudah lama tidak pernah dirasakannya.

Kyuhyun dan sooyoung kini asik menikmati hidangan yang dimasak oleh kyuhyun. Rasanya tidak terlalu buru bisa dikatan enak juga masakn seorng kyuhyun *emang author ikut nyicip?

“enak tidak?” Tanya kyuhyun pada sooyoung yang dibalas dengan anggukan dari sooyoung

“Ck, kurasa kau harus berlatih beberapa kosakata.” Ucap kyuhyun kesal yang membuat sooyoung tersenyum. Kyuhyun mellihatnya ! senyum pertama sooyoung yang dilihatnya ! ‘Benar2 cntik!’ batin kyuhyun.

“Kau cntik saat tersenyum.”  Ucap kyuhyun yang membuat sooyoung menghentikannya senyumannya dan kembali memasang muka seperti biasa, datar———–

***

SOOYOUNG POV

Ting!tong ! bel berbunyi yang otomatis menghentikanku melakukan pekerjaanku. Siapa yang tiba-tiba datng? Tidak mungkin kyuhyunshi dia pasti sudah membukanya tanpa harus membunyikan bel. Coba kulihat dulu!

Ckle! Kini dihadapanku muncul seorang yeoja tinggi dan cntik. Pakaiannya juga sangat bagus.

“Kau siapa?” tanyanya bingung melihatku.

“Aku sooyoung pelayan di sini.”

“Ow.. kyuhyun oppa ada?” tanyanya. Oppa? Dia memanggil kyuhyunshi oppa? Apa mereka sangat dekat? Tiba2 muncul perasaan tidak suka melihat yeoja ini.

“Kyuhyunshi tidak di rumah.” Ucapku singkat

“kalau begitu. Jika dia sampai nanti katakan pada oppa, sulli mencarinya” ujar yeoja tadi dan melenggang pergi. Kau kira aku bisa menyampaikannya? Saat kyuhyun pulang aku tidak akan ada disini pabo!

Aku baru bersiap ingin pulang saat seseorang terdengar memasuki apartment. Siapa yang lagi yang datang? Ku coba untuk mengeceknya dan benar saja kyuhyun yang datang, tapi keadaannya saat ini sangat kacau! Mukanya benar2 pucat.

AUTHOR POV

“Sooyoung-ah” ucap kyuhyun langsung memeluk sooyoung ketika melihatnya. Sooyoung hampir saja akan melepaskannya tapi terhenti ketika dirasakannya suhu badan kyuhyun yang sangat panas.

Sooyoung membiarkan kyuhyun memeluknya. Jantung sooyoung berdebar tak karuan saat ini.

“kau sakit kyuhyunshi?”  Tanya sooyoung di tengah pelukan mereka.

“Anni aku tidak sakit. Biarkan seperti ini dulu.”

“Jangan bohong  kau pasti sedang sakit, badanmu sangat panas. Istirahatlah..” ujar sooyoung melepaskan pelukan mereka dan memapah kyuhyun tidur di sofa. Sooyoung melepaskan kedua sepatu kyuhyun dan  mengambil air es untuk mengompresnya.

Sooyoung meletakkan kain kompres ke kening kyuhyun. Tiba-tiba tangan kyuhyun meraih tangannya dan meletakkannya di  pipinya. Refleks sooyoung menarik tangannya.

“Jangan seperti ini kyuhyunshi”ucapnya “jangan memulai yang tak harus dimulai” lanjut sooyoung hendak berdiri pergi. Kyuhyun langsung mencegahnya dengan menarik tangannya.

“Kalau kau pergi aku tidak yakin kau akan melihatku lagi besok. Aku tidak akan berselera makan apalgi minum obat yang pahit itu. Dan perlahan-lahan sakitku akan bertambah parah.” Ucap kyuhyun ingin menghentikan sooyoung. Sooyoung tidak memperdulikan ucapan kyuhyun , dia melepaskan genggaman kyuhyun dan berjalan pergi meninggalkannya.

“Aku tidak bercanda sooyoung-ah”ucap kyuhyun. Kalimat terakhir kyuhyun mampu menghentikan langkah sooyoung dan membuatnya kembali menghadap kyuhyun.

“Apa maumu?” Tanya sooyoung  kesal . Senyuman nakal langsung terukir di bibir kyuhyun

Kyuhyun dengan cepat menarik sooyoung tidur disampingnya diatas sofa dan mendekapnya.

“Ini mauku. Kau adalah obat yang mujarab.”  Ujar kyuhyun. Sangat berbeda jika melihat kyuhyun yang sekarang dengan kyuhyun dulu yang sangat  tidak perduli dengan seorang pelayan seperti sooyoung.

Saat ini sooyoung bisa merasakan nafas panas kyuhyun karena mereka begitu dekat. Dia jg bisa merasakan detak jantung kyuhyun yang  berdetak lebih cepat dari jantung orng normal sama seperti detak jantungnya juga.

“Kyuhyunshi” ucap sooyoung ingin bangkit tapi ditahan oleh kyuhyun.

“Sudah kukatakn kalau kau obat mujarabku, apa kau masih tidak mengerti?  Kau ingin aku mati cepat huh? Dan mulai sekarang panggil aku oppa.”omel kyuhyun di tengah pelukannya.

Kata-kata oppa dari kyuhyun mengingatkan sooyoung dengan yeoja bernama sulli yang di jumpainya tdi siang. Membuat moodnya buruk  dan yang terjadi berikutnya adalah sooyoung bangkit duduk dan membuat kyuhyun terkejut

“Wae? Apalagi sekarang?” Ujar kyuhyun frustasi.

“Tadi ada seorang yeoja bernama sulli datang dan mengatakan ingin menemuimu katanya ‘ tolong katakan pada oppa kalau sulli mencarinya’” ujar sooyoung sedikit cemberut

“Sooyoung-ah kenapa tiba2 kau jadi secerewet ini? Biasanya mengeluarkan  4 kata saja sudah sangat bagus, Tapi tak apa aku suka kau yang cerewet seperti ini. Wae kau cemburu padanya?” Goda kyuhyun pada sooyoung.

“an..ani!” sooyoung mencoba menyangkal padahal dalam hatinya sih iya.

“Dia hanya dongsaengku. Tidak perlu cemas. Tadi kami sudah bertemu. Dia menemuiku di kantor, dia hanya ingin mengantarkan undangan padaku. Dia menemui namja yang dicintainya di luar negri dan  akan menikah waktu dekat ini.”jelas kyuhyun.

“Sooyoung-ah Sepertinya penyakit ku semakin parah rasanya virusnya sudah mulai menyebar masuk menembus tulang2ku(kyuhyun lebay ), Aku membutuhkan obat sekarang juga.” Ucap kyuhyun  kembali menarik sooyoung  dalam pelukannya dan membuat sooyoung kaget.

“Saranghae sooyoung-ah” ucap kyuhyun tepat di telinga sooyoung, menimbulkan suatu desiran aneh di dalam hati sooyoung.

“Kyuhyunshi” ucap sooyoung tidak percaya.

“Kyuhyunshi? Berapa kali kukatakan padamu untuk memanggilku oppa? Panggil aku oppa atau aku tidak akan melepaskanmu.”  Kyuhyun mengeratkan pelukannya tapi blm jg membuat sooyoung untuk memanggilnya oppa. Kyuhyun lebih mengeratkan pelukannya lagi kali ini membuat sooyoung sulit bernafas. Mau tidak mau….
“Oppa………………….” Ucap sooyoung akhirnya .

Sepertinya hanya kyuhyun yang mampu mencairkan hati beku seorang choi sooyoung dengan beberapa trik EVILnya!
hahay!

THE END

Gimana bagus tak? FF ini kubuat krn lagi seneng liat kyuyoung moment waktu di sbs daeju, sangking senengnnya sampek jingkrak2 sambil teriak di bantal ! *author gilak

Buat fear or love rencana akan ku publish dalam minggu ini jadi ditunggu aja ya 😉 .Aku mau ucapin makasih buat coment2 di fear or love  aku sangat tersanjung membaca coment2 dari readers. Maaf kalo gk sempat dibalas, jangan merajuk ya!  GOMAWO READERS KU!

Tapi aku jg lgi sedih krn liat berita kalo sooyoung unnie terancam  gagal main dramanya. Hiks sangat tidak rela!!! Unnie aku ingin melihatmu di indosiar nantinya. Jadi ayo bermainlah di sebuah drama dan buat ratting yg sangat tinggi!!! *makin gilak

Ok sekian  dari saya, ditunggu commentnya , Annyeong!!!!

 

Fear or Love part 8

Title            : Fear or Love part 8

Author        : Anastasya

Main cast    : Sooyoung , Changmin

Other cast    : kyuhyun

Rating         : NC-17

Genre          : romance

Author pov

“ saranghae soo-ah “ucap kyuhyun setelah mencium sooyoung. Sooyoung yang terkejut hanya bisa membelalakkan matanya.

“Perasaan ini ..Sudah lama aku memendamnya soo-ah. Dari dulu aku sudah menyukaimu, karena sesuatu aku dan keluargaku harus pindah ke luar negeri, tapi tetap saja aku tidak bisa melupakanmu. Hingga kuputuskan untuk mengatakannya saat aku pulang ke korea.”ucap kyuhyun menggenggam tangan sooyoung.

Akhirnya kata2 yang sudah lama dipendamnya terlontar begitu saja dari mulutnya. Seakan tidak bisa disimpan lebih lama lagi di dalam hatinya.

“Mianhe oppa..aku tak bisa” kata sooyoung melepas genggaman tangan Kyuhyun.

“Wae soo-ah? Kumohon.. jeongmal saranghae. Aku tidak tahu apa jadinya jika kau tidak bersamaku” kyuhyun memeluk erat tubuh sooyoung. Sooyoung mencoba melepaskan diri tapi gagal ,tenaganya tidak lebih kuat dari Kyuhyun

“Oppa aku mencintai orng lain.Kau pasti tahu aku sangat menyukai changmin oppa.Lepaskan aku oppa…aku tidak bisa mencintaimu” air mata sooyoung kembali berlinang.

Mendengar kalimat terakhir sooyoung Kyuhyun akhirnya menyerah , melepaskan pelukannya membalikkan tubuhnya dan hanya menatap kosong ke depan. Perasaannnya kini terasa hampa .Lambat laun Mata nya memerah .air matanya perlahan menetes, walaupun tabu bagi seorang namja untuk meneteskan air mata apalagi di depan seorang yeoja tapi kali ini dia tidak dapat menahannya.Penolakan sooyoung terasa sangat sakit baginya.

“Oppa jangan menangis..”sooyoung menghapus air mata di pipi kyuhyun. “kau  sudah kuanggap sebagai oppaku sendiri. Aku sangat menyayangimu tapi hanya sebatas oppa saja. Percayalah masih banyak yeoja di luar sana yang lebih baik dariku, yang bisa mencintai oppa dengan tulus. Aku tidak bisa hatiku sudah di tempati orang lain.” Sooyoung menggenggam tangan kyuhyun.

Kyuhyun merasakan genggaman sooyoung di tangannya. Ini memang sudah seharusnya, dia sadar tidak bisa hanya memaksakan perasaanya saja, jika seperti itu dia akan terlalu egois.

Kyuhyun  menatap sooyoung. Ia lalu tersenyum kecil membalas genggaman tangan soooyoung

“Mianhae…Kurasa aku harus mendinginkan kepalaku.”kata kyuhyun sambil menghela nafas.

“ Mianhae telah memaksakan perasaanku padamu. Spertinya namja itu memang sudah mengambil seluruh tempat di hatimu hingga tidak ada lagi yg tersisa.”

“Oppa..”

“Maafkan sikap kekanak-kanakanku.”kata Kyuhyun sambil tersenyum

“Itu hal wajar oppa jangan merasa bersalah, kita memang akan bertingkah egois jika menyukai seseorang. Akulah yang seharusnya minta maaf tidak dapat membalas perasaanmu.”
Kyuhyun tersenyum mendengar kalimat sooyoung. Kyuhyun mengacak rambut sooyoung dan membenarkan posisi duduknya mencoba menghirup udara di sekitarnya

“Baiklah lupakan lah yang terjadi barusan. Anggap saja aku tidak pernah mengatakan apa-apa padamu. Kembalilah menjadi sooyoungku yang dulu. Adikku yang manis. Ne?”

“Ne oppa…”Sooyoung menyunggingkan senyum lebar menawannya.
“Kau sudah makan?”Kyuhyun melirik sooyoung

“Ne”

“Jangan bohong, Kuperhatikan tubuhmu kurus sekali akhir2 ini. Bagaimana kalau oppa traktir?”

“Aku tidak lapar oppa..”

“MWO ?! Apa Kau ingin menolakku 2 kali?.”

“Anni yo  bukan seperti itu hanya saja..” belum sempat sooyoung melanjutkan kalimatnya kyuhyun sudah memotongnya.

“Kalau begitu , kajja!!” Kyuhyun menarik tangan sooyoung pergi.

“…”

***

Sooyoung memutuskan untuk menemui changmin di apartmentnya hari ini. Dia sudah tidak tahan lagi dengan keadaan yang terjadi diantara mereka berdua. Rasa rindu dan kehilangan yang dirasakannya memaksanya untuk menemui namja yang dicintainya itu.

Sooyoung sekarang berada tepat di depan apartment changmin. Setelah meyakinkan dirinya. Tangannya terjulur untuk menekan bel yang ada di depannya .

Ting! Tong! Bunyi bel bergema. Seorang pria tinggi  berparas tampan muncul membuka pintu. Setelah melihat ternyata sooyounglah yang menekan bel  buru-buru pria tersebut  menutup kembali pintunya, tapi sayang pria itu kalah cepat dengan sooyoung yang lebih dulu menerobos masuk sebelum pintu dapat tertutup.

“oppa..” ucap sooyoung ketika berhasil masuk.

“Mau apalagi ke sini?” Tanya changmin dingin.

“oppa bogoshipo..” kata sooyoung dan dengan spontan memeluk changmin.

Changmin merasakan pelukan sooyoung di tubuhnya. Tidak bisa dipungkiri dia jg sangat merindukan yeoja yang ada di hadapannya sekarang ini. Dia jg ingin membalas pelukan sooyoung saat ini. Tapi ternyata kesadarannya lebih dulu mendahului keinginannya itu. Dengan sekali hentakan changmin melepaskan pelukan sooyuong

Sooyoung yang terkejut mendapatkan penolakan changmin  merasakan perih di dadanya  seperti jarum sedang menusuk hatinya.

“Oppa Kau tidak merindukanku huh? ” sooyoung masih mencoba tegar. Changmin menatap sinis sooyoung dan mendengus.

“haruskah? Kurasa kita bertemu setiap hari di kampus.” Kata changmin datar sambil melipat kedua tangannya.

“Kita memang bertemu. Tapi oppa memperlakukanku seperti orang lain kau bertingkah seolah kita hanya sekedar senior dan junior yang baru mengenal.  “

“Aku sudah pernah mengatakannya padamukan, kita memang hanya senior junior . Apa kau merasa punya hubungan khusus padaku?” Kata changmin

“Oppa kau…” sooyoung tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Air matanya yang terjun bebas di pipinya sudah mewakili kata-kata yang tidak dapat keluar dari mulutnya.

“Kau membosankan. Kau hanya mengulangi pertanyaan yang sama yang jawabannya sudah kau ketahui.” Ujar changmin

Changmin melangkahkan kakinya mengambil gelas , mengisinya dengan air mineral  yang ada diatas meja dan meminumnya. Sedangkan sooyoung menggigit bibir bawahnya mencoba menahan tangis yang kenyataannya tidak dapat dibendungnya.rasanya ia ingin meledak.

“Yak SHIM CHANGMIN! Kenapa kau menjauhiku saat aku sudah mencintaimu. Kenapa tidak dari dulu saja, saat aku masih membencimu oppa!! Kau bahkan tidak memberiku alasan!” teriak sooyoung

Prang! Changmin melemparkan gelas yang ada ditangannya ke samping. Menimbulkan bunyi keras karena pantulan antara kaca dan lantai  sedang pecahannya berserakan ke berbagai arah.

“Mencintaiku?” changmin memandang sooyoung sinis.

“Ne, sar…saranghaeyo oppa”kata itu akhirnya keluar dari mulut sooyoung.

“Berapa banyak kebohongan lagi ingin kau buat?”changmin menarik ujung bibirnya mengeluarkan smirknya. “Aku ingin tahu bgaimana kau bisa bilang saranghae padaku setelah melihat ini. ” Changmin merogoh kantongnya,mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan sebuah foto yang terpampang di layar handphone itu pada Sooyoung. Foto tersebut menunjukkan dirinya dan Kyuhyun sedang berpelukan. Walau kondisinya pada malam hari tapi gambar di foto itu masih jelas memperlihatkan sosok Sooyoung dan Kyuhyun.  Tangan Sooyoung bergetar mengambil hp yg disodorkan changmin padanya. Dia tidk dapat percaya dengan yang dilihatnya sekarang ini.

“Masih bisa bilang kau mencintaiku?” Tanya changmin dingin.

“Kau Pembohong! Aku masih mencoba untuk berfikir positif saat mengetahui kau membohongiku tentang status Kyuhyun yang ternyata bukan sepupumu. Aku menunggumu di depan rumahmu untuk mendapatkan penjelasan,mungkin kau punya alasan menutupinya dariku. Tapi sesaat kemudian aku sadar betapa bodohnya aku mencoba mempercayaimu, kau hanya mempermainkanku. Aku melihat  raut wajahmu yang sangat senang ketika namja itu mengantarmu pulang bahkan kalian berpelukan di depanku. Bisa jadi kalian bermain di belakangku.  Kau! Sama saja… Kalian berdua sama, Kau sama seperti ibuku yang mengatakan akan selalu berada di sisiku tapi kenyataannya itu hanya di mulut saja, prakteknya dia meninggalkanku sibuk dengan bisnisnya. Dan merasa semuanya akan beres dengan uang  berlimpah yang dikirimkannya untukku. Kalian berdua sama2 pembohong!!” teriak changmin. Matanya kini memerah dan dadanya naik turun menahan emosi.

“Oppa kau salah paham, ini tidak seperti yang kau bayangkan. Aku dan kyuhyun oppa tidak ada hubungan apa-apa. Dia sudah kuanggap oppaku sendiri.Kau salah paham oppa..” sooyoung mencoba memberi penjelasan pada changmin, Air matanya masih menetes dengan deras.  Sooyoung  mencoba menarik lengan changmin.
“pergilah, Aku tidak ingin melihatmu.” Usir changmin pada sooyoung

“oppa…”

“Pergilah sooyoungshi!” changmin mulai menaikkan nadanya

“Anni aku tidak akan pergi sebelum meluruskan semua ini. Percayalah padaku oppa .Kyuhyun oppa hanya mengantarku pulang dan memelukku sebgai rasa terima kasihnya padaku setelah menemaninya jalan2.”sooyoung masih mencoba memberi penjelasan.

“Kau tidak ingin pergi? Baiklah aku yang pergi.”changmin melepaskan tangan sooyoung di lengannya, menyambar jaket dan kunci mobilnya dan pergi meninggalkan sooyoung.

“Oppa jangan pergi kumohon, Jeongmal Saranghaeyo!!” teriak sooyoung sekuat tenaga  sebelum changmin menghilang di balik pintu.

Sebenarnya changmin tidak benar-benar  pergi, dia masih berdiri terpaku di depan pintu saat mendengar kalimat terakhir sooyoung. ‘Oppa jeongmal Saranghaeyo!!’  pikirannya terbagi dua di satu sisi hatinya luluh mendengar pernyataan sooyoung yg terakhir. Ingin rasanya ia kembali lagi menemui yeojanya itu dan memeluknya. Ingin mempercayai semua ucapan yeoja itu. Di sisi lain dia meyakinkan dirinya bahwa dia harus kuat dan tidak lemah . Dia merasa bahwa sooyoung hanya mempermainkan dirinya dan tidk benar2 mencintainya. Sooyoung mungkin ingin membalas dendam dengan perlakuan  semena-mena yang dilakukan changmin selama ini padanya.

Dan tentu saja karena sisi yang kedua lebih kuat changmin akhirnya pergi meninggalkan apartmentnya.

Sementara di dalam sooyoung hanya bisa menangis sesenggukan(?) . Menangisi kepergian changmin dan menyesali kebodohannya yang tidak jujur dari awal malah melakukan kebohongan yang membawanya pada masalah seperti ini ‘perpisahan’. Saat ini dia sungguh merasa hancur, tidak tahu apa yang harus diperbuatnya.

***

Pukul 02.00 dini hari

Sooyoung yang kelelahan karna menangis sudah tertidur lelap dari tadi. Ia masih menunggu changmin pulang. Tubuhnya yang kurus terletak lemas pada sofa beludru hitam yang ada di apartment milik changmin.

Tit.tit..tit..tit CKLEK! Seseorang terdengar  memasukkan nomor kombinasi  dan membuka pintu apartment. Suara berisik itu cukup mengusik dan membangunkan sooyoung dari tidurnya. Setelah mengucek matanya beberapa kali sooyoung mencoba menegakkan tubuhnya.

“Minnie Oppa, kaukah itu?” Tanya sooyoung

Seorang namja memasuki pintu apartment. Tidak seperti biasanya namja itu berjalan terseok-seok seperti seorang yang sedang mabuk. Penampilannya tidak karuan dengan rambut dan wajah yang acak2kan .Dia tidak sendiri disampingnya dia merangkul seorang yeoja yang sepertinya juga sedang mabuk. Yeoja itu memakai pakaian yang sangat seksi. Sebuah mini dress bling2 yang panjangnya tidak sampai menutupi setengah pahanya mengekspose belahan dadanya. Sementara wajahnya memakai make up tebal yang sangat mencolok.

Sooyoung yang melihat keberadaan mereka berdua  spontan berdiri dari posisinya

“Oppa..” panggil sooyoung  lemah

Changmin tidak menghiraukan sooyoung .Dia hanya berkonsentrasi memasuki apartment dengan yeoja bawaannya.

“siapa dia min?” Tanya yeoja seksi  disamping changmin ketika mereka sampai di hadapan sooyoung.
“Bukan siapa-siapa. Jangan hiraukan..”ujar changmin yang langsung melumat bibir yeoja tersebut di depan sooyoung. Mereka terlibat ciuman yang dalam dan panas(?)

Sooyoung yang berdiri  hanya bisa menutup mulut dengan tangannya. Dia tidak dapat percaya dengan yang dilihatnya. Rasa pedih luar biasa menderanya. Sooyoung membelalakan matanya, air matanya yang sudah kering kembali menetes deras.

Tidak sampai di sana saja. Sekarang changmin beralih ke leher yeoja itu. Changmin menjilati leher yeoja tersebut dan meninggalkan beberapa kiss mark di sana. Yeoja itu hanya bisa mendesah dengan perlakuan yang diberikan changmin. Tangannya kanan changmin  naik meremas payudara dari balik dress sedang tangan kirinya liar mengelus paha yeoja tersebut.

Sooyoung menangis semakin jadi dengan suara tertahan. Lututnya bergetar dan lemas tidak dapat menahan tubuhnya . Dia tidak kuat melihat pemandangan di depannya.

Changmin berniat menurunkan tali dress yeoja tersebut  yang kemudian dicegah oleh sooyoung. Dia tidak sanggup melihat lebih jauh lagi. Sooyoung melepaskan yeoja tersebut dari changmin, menarik kedua pipi changmin dengan kedua tangannya. Sooyoung menekankan  bibirnya ke bibir changmin . Changmin pada awalnya terkejut lambat laun changmin menutup matanya dan membalas ciuman sooyoung . Bukan ciuman nafsu seperti yang dilakukannya pada yeoja tadi, ciumannya ini murni dengan perasaan yang tulus. Bisa dirasakan changmin air mata sooyoung mengenai  pipinya. Perlahan  sooyoung membuka matanya dan melepaskan ciuman mereka.

“Mianhe atas semua kebohonganku oppa,  tapi  1 hal yang aku jujur;  aku benar2 mencintaimu. Jeongmal saranghaeyo… Disini (sooyoung menunjuk dadanya) hanya ada kau. Dan gomawo buat pertunjukan yang kau berikan padaku malam ini. Itu cukup membuatku mengerti.”ujar sooyoung. Air mata terus membanjiri wajahnya. “Tenang saja Aku tak akan mengganggumu lagi.  ketika aku melangkahkan kakiku keluar dari sini, kita akan menjadi seperti senior dan junior yang kau katakan.Annyeong oppa…” ujar sooyoung berusaha tersenyum sambil menghapus air matanya.

Sooyoung mengambil tasnya dan berjalan meninggalkan changmin. Blam! Pintu apartment pun tertutup rapat. Changmin yang masih diam ditempatnya jatuh terduduk di sofanya, ia mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya dan memberikannya pada yeoja seksi tadi. Dengan jarinya changmin membuat kode agar yeoja itu pergi meninggalkan apartmentnya. Yeoja tadi pun mengerti dan meninggalkan changmin sendiri. Air mata mengalir membashi kedua pipinya saat ini. Rasa menyesal meliputi dirinya. ‘Apa yang sedang kulakukan? Youngi-ah mianhe…’ batin changmin.

Ia ingin waktu mundur kembali agar ia bisa memperbaiki kesalahannya. Dia menyesal telah menyakiti sooyoung dengan perbuatan kotornya tadi. Tidak seharusnya dia melakukannya dan seharusnya dia percaya bahwa sooyoung benar-benar mencintainya. Changmin menelungkupkan wajahnya ke dalam kedua telapak tangannya menangisi perbuatannya  “AARRRGGGHHH!!!!” teriaknya keras. Apa pun itu nasi sudah menjadi bubur.

***

TBC

Annyeong readers! Mianhe ngepostnya sangat2  terlambat , sebagai gantinya ini udah kuperpanjang

Udah panjangkan ?? udah kan? Udah donk! Udahlah ya.. hehe..

Rencananya part selanjutnya adalah part yang terakhir. Jadi ditungguin ya…

Aku lama ngepostnya krn

1.Natalan

2. Gk ada ide hehe…

Mau Tanya aku kan masih katrok. Di blog2 lain gicu aku liat di situ ada ditampilin blog statistiknya di depan trus ada tags nama2 cast nya gitu trus bisa nampilin foto2 biasnya di depan blog di bawah blog statnya itu gimana caranya?. Mian banyak nanyak, kalo ad yang tahu kasih tahu ya.. gomawo…

Walaupun telat aku mau ucapin selamat hari natal dan tahun baru buat semua yang merayakan J

Merry Christmas

And

Happy New Year

Satu lagi,ini penting! nanti commentnya disertai nama bias sama umurnya ya, masak udah banyak gini ffnya blm pada kenal sama readers  ok..ok..ok..ok!
Makasih buat yang udah comment sebelumnya. Makin sering comment makin besar kesempatannya. Makanya buruan comment *apadeh -__-